12/26/2017

Plagiat tapi Bukan Plagiat


Jadi untuk kali ini sebenarnya mau sedikit berpendapat tentang apa yang terjadi saat ini yang banyak diberitakan di media online akhir ini.  Tentang sesuatu yang berkaitan dengan plagiatisme. Dan kali ini gue mau bahas plagiat ini secara umum untuk dikehidupan sehari-hari.

Arti Plagiat menurut dalam KBBI adalah pengambilan karangan (pendapat dan sebagainya) orang lain dan menjadikan seolah-olah menjadi karangan (pendapat dan sebagainya) sendiri,  misalnya menerbitkan karya tulis orang lain atas nama dirinya sendiri.

Jika merunut dari arti KBBI sudah pasti plagiat adalah suatu tindakan yang merugikan. Siapapun tidak akan setuju atas tindakan dengan pengatas namaan karya milik orang lain menjadi diri sendiri. Bahkan karena sangat merugikannya tindakan yang satu ini bahkan sudah ada hukuman undang-undang yang mengatur. Tapi menurut yang gue tangkap pada intinya adalah sebuah tindakan peniruan sih.

Gue juga adalah seorang yang menentang dengan tindakan plagiat ini. Tapi gue disini melihat dari sudut pandang gue tentang plagiatisme itu sendiri dalam kehidupan sehari-hari. Sebenarnya manusia itu dari sejak kecil sudah belajar apa itu tiru-meniru. Saat fase bayi mulai berbicara, ia akan mulai menangkap kata demi kata yang mereka dengar kemudian pada akhirnya mereka meniru dan sampai pada mengenal berbagai kata dan merangkai menjadi sebuah bahasa. Fase belajar berdiri juga sama, mereka akan meniru orang disekitarnya bagaimana cara berdiri, dengan menggunakan kedua kaki mereka dan akhirnya mereka dapat berdiri bahkan dapat berlari. Jadi plagiat itu sudah ada sebenarnya saat kita kecil.

Menurut gue tindakan plagiat itu tidak harus selalu diartikan buruk. Gue juga harus akui, secara langsung atau tidak langsung gue lakukan plagiat di kehidupan sehari-hari gue. Entah gue meniru cara gaya berpakaian idola gue atau orang-orang dijalan, meniru cara bicara seseorang atau bahkan ingin meniru tingkah laku Rasullulah SWT di kehidupan sehari dan masih banyak lagi. Dan Itu semua menurut gue secara tidak langsung adalah plagiat coy. Jadi jangan selalu buat stereotype jika plagiat adalah selalu menjadi keburukan. Karena jika plagiat itu bersifat masih wajar dan positif tentu itu bukan suatu tindakan yang melanggar norma. Karena jika terutama buat seorang muslim meniru semua sifat dan suri teladan Rasullulah, tentu itu sebuah tindakan meniru yang baik. 

Sebagai contoh mendasar bagaimana proses gue nulis blog seperti ini adalah gue punya seorang inspirasi blogger. Dari beliau tersebut itulah gue kembali untuk menulis blog kembali setelah mati suri blog gue sekian lama karena masalah yang gue temui adalah cara penulisan gue yang masih terbilang kuno pada saat itu yang membuat gue males deh buat ngelanjutin. Tapi saat kemudian gue rasa nemu nih seseorang blogger yang menginspirasi gue dari cara berpikirnya, bagaimana doi mengungkapkan ide dan pendapat di blognya, doi memiliki gagasan yang beda dll itu kayak “ini gue banget!”. Dan kemudian gue meniru karena itu cukup menginspirasi. Eitsss… sampai disini bahasannya jangan langsung jugde jika semua isi konten blog gue adalah plagiat dari blog inspirator. Tapi disinilah apa yang gue bilang. Gue plagiat dengan cara mengolah itu menjadi positif.

Positif seperti apa sih sebenarnya ? Ok, jadi gue luruskan lagi biar ga ada kesalahpaham. Jadi maksud dari tiru meniru diolah secara positif maksud gue adalah sebagai contoh ketika gue membaca dan memahami isi dari sebuah bacaan entah itu buku, berita atau blog kemudian gue setuju dan memiliki pemikiran yang sama dengan apa yang gue baca. So itu membuat gue memiliki pendapat yang sama tapi gue mempunyai cara dalam menyampaikan dengan cara berpikir gue sendiri. Bukan gue totally co-pas kata tiap kata yang gue baca. Tapi disinilah gue tuangkan lagi berdasarkan aspek yang terlintas diotak gue untuk disampaikan menjadi karya gue sendiri. Jadi disini gue meniru adalah sama-sama setuju dengan pemikiran dan ide yang gue baca entah dari inspirator atau buku atau apalah tapi ketika gue ingin sampaikan pendapat gue, gue punya kata-kata dan bahasa yang gue pikirkan dari diri gue sendiri. Nah itulah plagiat yang gue lakuin secara positif. Bukan hanya dari blogger tapi buku-buku, artikel yang gue baca dan media massa, itu menjadi inspirasi gue dan kemudian gue tiru dalam penulisan blog gue untuk gue berpendapat. Sama halnya banyak kan lagu bertemakan patah hati. Rasa yang dirasakan itu sama semua yaitu kesakitan tapi disini bagaimana creator menciptakan karya mereka sendiri dengan membuat nada yang berbeda dan kata yang digunakan berbeda yang menjadikan karya mereka punya keistimewaan masing-masing walaupun semua bertemakan patah hati.

Karena menurut gue ketika meniru adalah sebuah tindakan yang menjadikan orang yang lebih baik lagi dan itu adalah sebuah inspirasi baik buat orang yang meniru. Why not ? karena plagiat yang gue lakukan untuk contoh ini adalah sebuah tindakan dimana gue memancing bakat gue untuk dikeluarkan, dikembangkan dan kemudian dapat gue asa. Dengan salah satunya adalah

menemukan inspirasi untuk sebuah karya gue dan meniru entah pemikiran idenya atau cara pengungkapannya dll tapi jika gue juga tidak sejalan dengan suatu ide seseorang, gue juga akan sampaikan dengan cara gue sendiri dalam penulisan gue. Karena mungkin dari meniru seorang yang menginspirasi gue, gue bakal menemukan secara natural dari penulisan blog gue dikedepannya seperti apa dan jika lo sudah bisa menemukan jati diri dari sebuah karya yang lo buat, secara naturaly lo akan temukan your own passion dalam karya yang lo tersebut. It might the first step for beginner like me with find my Inspiration first.

Nah untuk ketidak setujuan gue tentang plagiat sudah pasti adalah jelas-jelas dan terang-terangan meniru apapun kata perkata, tanda baca, dan apapun itu benar-benar bukan karya lo dan bukan dari pemikiran yang lo tuangkan dari apa yang lo pikirkan dari diri lo sendiri dan itu juga sebelumnya sudah ada terus sama persis. Sudah pasti plagiat seperti itulah bukan memancing potensi tapi malah membuat lo jadi malas. Mending ga usah membuat karya karena percuma jika telak lo sudah tau itu bukan milik lo dan jika lo hanya ingin diakui, mending jangan deh.

Jadi sebenarnya plagiat itu baik jika lo gunaiinnya secara bijak tapi jika lo lakuin plagiat itu memang bener-benar sesuai arti dari KBBI. Itu suatu tindakan yang sangat buruk dan sudah melanggar hukum bahkan agama pun melarang. Jadi disini jadilah diri sendiri atas semua karya-karya yang lo dibuat. Olahlah kata plagiat itu menjadi tindakan positif buat diri sendiri. Karena jika itu bisa menjadikan kita lebih baik dikedepannya, Why not? 

11/26/2017

Jodoh Takkan Kemana

It is sunny day in my town. I want to being alone today and spending my time to doing something crazy, blogging, and staying in doors from the sun. I know outside would be so hot and then probably I will make a little party just myself. But this party is not only about alcohol, it just my time to hearing music, dance around my room like a maniac and laugh like one too. But Waiitt! I recently want to blogging, right ?
                                                                           ***      
Well, gue kali ini sih pingin cerita sedikit dari beberapa pengalaman orang-orang yang pernah ngalamin suatu kondisi yang cukup sulit dalam kisah percintaan mereka. Wkwk Don’t be serious, take it slow!

Tuhan telah menciptakan manusia dari berbagai macam perbedaan yang ada. Perbedaan bangsa, suku, ras, budaya dan agama yang membuat kita pada akhirnya memiliki perbedaan satu dengan yang lainnya. Karena manusia adalah makhluk sosial maka kalian bisa lihat, perbedaan itu unik dan indah pada dasarnya. Ya kagak sob?

Tapi masalah ini adalah suka sama seseorang berbeda agama. Dimana lo gak bisa memilih dengan siapa lo suka dengan atas dasar perbedaan itu. Sebenarnya nih sob, untuk masalah ini sudah jadi biasa aja tapi juga masih jadi kontroversi. Kenapa menjadi kontroversi ? Ya bisa jadi masalah ini menjadi sangat besar ketika lo pada dengar komentar orang-orang tentang masalah percintaan satu ini. Biasa yang mereka bakal tanyakan ke lo “ nikah nya gimana ntar ? “ Assalamulaikum, gue jadiannya baru tadi siang buk, di tanya soal nikah-nikah aja “. Jadi untuk paradigma orang-orang sekitar kita inilah yang pada akhirnya lo bakal berpikir jika cinta lo sudah salah dalam memilih. Halah!

Maafkan jika gue salah dalam memandang hal ini. Tapi kontradiktif ini yang menjadi masalah krusial sedangkan orang yang menjalankan hubungan tersebut terlihat biasa aja. Kayaknya jika ini terjadi akan menjadi masalah akidah mereka terhadap Tuhan mereka. Dan buat lo bakal menjudge mereka masuk neraka. Oh mygoodness, Are you The God ?. Lagi-lagi lo menghakimi sesuatu yang sama sekali bukan urusan lo. Mungkin sebaiknya bukan penghakiman yang lo buat ke mereka dan membuat komentar – komentar yang bakal menjadi momok jika mereka sudah membuat dosa yang sangat besar tapi bagaimana saran yang baik untuk mereka-mereka ini.

Gini ya, lo itu kan gak pernah tahu apa yang akan akan terjadi lima menit kedepan aja deh. Dan lo juga ga pernah bisa tahu setelah ini dengan siapa lo bakal suka dan terpanah asmara (oh tuhan bahasa gue). Ada ini temen gue agamis banget terus doi tetiba aja suka sama cewek yang ga berkerudung. Nah loh. Terus ada ini orang bandel banget tapi cita-cita mau punya istri yang soleha. Jadi kita itu bisa punya planning A sampe Z tapi lo gak tau kan kalo planning itu bisa berubah kapan aja dan lo ga bisa nebak dikedepan itu bakal sesuai rencana atau berbeda. Bahkan untuk urusan saat lo menyukai seorang yang berbeda agama pula, lo kan gak pernah punya rencana bakal suka sama dari agama ini itu. Nah terus kenapa mesti kalian menjadikan ini adalah kesalahan dari keimanan yang lo punya saat ini minus yang mengakibatkan hati lo buta untuk menyukai yang jelas-jelas sudah berbeda dari agama lo. Wkwkwk tapi kalo memang minus ya rajin-rajin lah beribadah sob.. Mungkin ketika lo lebih deket dengan Tuhan. Maka lo bakal bisa temukan solusi dari masalah cinta lo yang berbeda itu. Sebenarnya ketika mereka-mereka yang memilih hubungan kayak gini, gue yakin mereka sudah tau apa yang bakal terjadi di kedepannya, entah bakal stay or the end. Dan gue yakin sih mereka itu juga sudah tau resikonya seperti apa tentang apapun pilihan mereka nanti pada akhirnya, tapi selama lo rasa itu bukan jadi masalah untuk saat-saat ini, kenapa musti menjadikan ini sebagai the biggest problems. Coba deh ambil kebaikannya dulu. Seperti lo bakal lebih bisa menghargai perbedaan yang ada dan ketika lo harus dijalan masing-masing at least cerita ini nanti bakal jadi suatu pengalaman buat lo di kedepannya.

Cinta itu anugrah sob, nikmati aja anugrah yang sudah tuhan ciptakan untuk umatnya dan gunakan secara positif. Jika lo adalah orang yang bingung akan apa yang harus lo lakukan saat menghadapi masalah kayak gini, maka let it flow ajalah, jangan takut, jangan banyakkan berfikir. Jika memang cinta, kalian akan temukan jalan. jika memang jodoh, semua masalah bisa diselesaikan kok.

Keep in mind, Jangan pernah memaksakan apapun itu. Pro dan kontra untuk hal ini sudah hal yang lumrah. Coba tetap saling menghargai walaupun berbeda karena dari perbedaan itulah mengajarkan untuk saling toleransi dan melengkapi satu sama lain. Dan buat mereka-mereka yang menghardik, coba berpikir lebih terbuka aja. Jangan mudah berkomentar buruk. Beri lah masukan yang membangun dan yang bijak bukan cenderung skeptis.

10/08/2017

Stalker Terosss!

" Hari ini cerah terus panas banget untuk gue mau nulis tentang sesuai judul blog gue satu ini. "
Ok kawan, jadi sebenarnya topik ini buat para kawula cewek tapi aku yakin sih para cowok juga pernah melakukan kebiasaan yang satu ini tapi jika diamati memang sering cewek sih jadi pelakunya, so we have to admit it gurls, sorry! Yang lain dan tak bukan yaitu stalkingJreng jreng… Terus apasih stalking itu ? jadi stalking itu adalah tindakan dimana yaitu sedang menguntit, memantau, mengawasi atau mengikuti seluruh kegiatan seseorang dengan tujuan tertentu, biasanya sih nguntitnya lewat sosial media gitu deh, kayak penasaran kegiatan apa aja sih yang empunya akun untuk hari ini. Yaelah berasa selebriti ada yang nguntit terus penasaran sama lo gitu, kayak secret admire yah. Tapi jangan seneng dulu berasa ada fans dadakan yang stalking-in kegiatan kita lewat sosial media. Kadang itu bisa jadi boomerang juga terus mengganggu loh. 

Kalo buat gue, jadi biasa aja sama stalker, nah lo mau stalking-in apa juga di akun sosial media gue. Hidup gue flat aja coy, gak ada yang perlu diawasi. Karena yang biasanya malah gue yang jadi stalker. Wkwkwk itu memang apa adanya. Tapi jika sudah jadi stalker itu sebenarnya memang membutuhkan banyak energi seperti halnya membahas topik ini yang juga semua dikerahkan entah pikiran, jiwa dan perasaan. Ok cukup berlebihan.

Well pada umumnya yang seru untuk di stalking-in itu adalah masa lalu. Tetiba pingin ada backsoundnya “Inul Daratista – Masa Lalu”. Karena apapun tentang itu lebih banyak penasarannya. Bukan karena tidak bisa moveon tapi disaat waktu senggan lo buat megang gadget dan seketika ada niat aja gitu mau klik beranda sosial media beliau. Tapi memang sih yang gue dapat dari pengalaman-pengalaman teman nih. Kebanyakan jadi stalker karena masih ada sisa-sisa serpihan hati itu sih, yang pada akhirnya memuncak untuk ingin tau keseharian doi ketika sudah ga sama dia lagi. Tepok jidak sambil bilang “masa lalu…masa lalu”.

Jadi mau ngakak sendiri juga, gimana perjuangannya seorang stalker yang sebenarnya mereka tau kegiatan stalking mereka ini bakal membuka luka lama kembali atau bahkan membuka luka baru ketika stalking ini dilanjutkan. Karena dominan jadi stalker ini sebagian besar adalah para cewek so disini perasaan para cewek dipertaruhkan. Kenapa guys ? karena mereka itu penasaran yang memang bukan pada waktunya atau pada tempatnya sebenarnya. Tapi yah namanya juga cewek  stalking tetap aja jalan meski rasanya bak berjalan di atas batuan berduri dan hati remuk akan menjadi kepingan-kepingan yang tak beraturan, tapi lihat aja deh besok diulang lagi. Ironi memang tapi begitulah kehidupan memang berat girls! But The boys can see the strong of women is. (sambil nangis dipojokan kamar)

Tapi sepanjang kegiatan stalking – menstalking ini tidak merugikan atau membahayakan. Ya sebenarnya ga ada masalah menurut gue tapi jika lo sudah jadi stalker yang sudah berlebihan kayak lo bakal menghujat karena sehabis stalking lo jadi emosinal kemudian lo buat caption atau status dengan hujatan karena emosi abis baca status doi dan atau bahkan lo ikuti kemanapun doi pergi bahkan cari tau apapun yang dilakuin ditiap harinya. Waah stalker in high level kayaknya kalo sudah ngikuti kemana-mana, jadi stalker psyco sih kayaknya .Ya baiknya stop deh jadi stalker. Itu ga sehat. Karena lo buat masalah baru buat diri lo sendiri. Hindari sosial media untuk jadi stalker buat sementara waktu. Kasian mental lo. hahaha

Dan jika lo merasa ada yang stalker-in akun sosial media lo, jika sepanjang apapun yang lo update tidak merugikan siapapun dan tidak mengancam hidup lo dan orang lain, ya ga masalah juga lagi sih tapi tergantung tiap orang ada aja yang merasa keganggu dengan kegiatan para stalker ini atau biasa aja. Karena kalo buat gue. Puas-puasin aja sih stalking akun gue tapi hati-hati aja lo nanti te-like updatean gue. Kan berabe ketahuan kelakuan lo, coy..

Kalo lo stalking-in mantan dan beranjak untuk moveon sebaiknya jangan pernah stalking doi sementara waktu. Karena rencana lo untuk moveon itu hancur dalam hitungan detik jika lo awasi terus kehidupan beliau. But I know it’s so hard  tapi coba puasa deh dari stalking sampai waktu dimana lo sudah bener-bener stabil.

Dan beda cerita lagi untuk stalker yang sifatnya seperti haters. Eiitsss haters disini jangan diartikan dalam artian luas kaya para selebriti coy, haters disini dalam artian sebenarnya aja yaitu Pembenci bukan pembanci yah. (Ok..ga lucu). Nah namanya juga kehidupan ada yang pro dan ada juga yang kontra dalam apapun yang lo lakuin jadi bukan seleb-seleb itu aja yang punya haters kehidupan seharian, lo mungkin tanpa disadari ada aja yang kontra sama lo. Kita ga bisa maksa kan tiap orang suka sama apapun yang kita lakukan tapi memang begitulah, sepanjang lo merasa apapun yang lo buat ga merugikan siapapun dan menurut lo itu masih bersifat positif yaahh go ahead aja.  Tapi lucu sih sudah tau dia itu ga demen sama lo tapi masih aja stalk akun sosial media lo, tapi biarlah. Tapi memang ada yang begitu ? ada kok ada. 

Terus yang jadi boomerangnya orang yang suka stalk akun sosial media lo itu biasanya mereka suka nyinyirin apapun yang lo lakuin. Hadoooh.. kok jatuhnya syirik ya. I don’t know too tapi itu lah yang menganggu. Kalo mereka-mereka stalking terus anteng-anteng aja, ya monggo tapi kalo dibuat opini-opini buruk tentang lo tapi ga tau kebenarannya karena mereka  tau cuma dari sisi keahlian stalkingnya aja. Itulah yang jadi boomerang. Misalnya lo update kayak quote sedih, terus stalker tersebut bakal beropini jika saat ini lo dalam kesedihan tertimpa suatu masalah dan membuat opini jika lo sedang sedih padahal realitanya ga semua apapun yang kita update disosmed mewakili apa yang lagi dirasakan saat itu kan, mungkin sebagian besar iya tapi kan gak semua orang share kondisi real di sosmed, mungkin saat itu suka dengan quotenya atau banyak lagi yang itu belum tentu sesuai dengan kondisi yang terjadi sebenarnya. Nah itulah gak sehatnya stalker jika jatuhnya membuat fitnah.

Sebenarnya ada beberapa penelitian yang mengatakan stalking itu adalah kegiatan yang sudah ga sehat secara mental atau bersifat gangguan, malah sudah menjadi pelanggaran hukum. Whaaaaaaatttt masa sih? tapi masa iya separah itukah? But another thing it could be right that stalking is morally wrong that includes deliberately seeking out information from immoral sources (like from stalker and hackers), and the people you are stalking know that you are doing it and they judge you negatively for it.

Jadi jika mau jadi stalker yang sehat-sehat aja deh yah. Jadilah stalker yang bijak! Dan kalo gue sih ya, tidak dipungkiri gue juga suka stalking tapi stalkingnya gue  cuma sebatas kepo aja. Tidak kurang dan tidak lebih. Terus stalking-in mantan ? haduuhhh nggak deh, bikin nyesek.
But believe it or not. All of your social media account… they’ve made us a society of stalkers. 

8/29/2017

Ketika Jari-jari Manusia Berubah Fungsi

Di zaman milenial saat ini, orang mudah sekali menumpahkan sesuatu kebencian mereka dengan bertindak tidak sesuai aturannya. Mereka mudah sekali mencaci-maki satu dengan yang lainnya tanpa pikir panjang dulu sebelum melontar kebencian mereka dengan ucapan yang tidak manusiawi. Sekarang ini nih yang gue lihat, mereka ini dengan mudahnya melampiaskan kebencian mereka di sosial media yang notabene-nya seharusnya digunakan dengan cara yang bijak tapi yaitu digunakan malah untuk saling menghujat.

Mungkin sekarang adalah zaman dimana bukan otak yang digunakan untuk berpikir lagi tapi cukup dengan jari-jari saja juga sudah bisa mewakili perasaan bahkan jadi tempat berpikirnya seseorang. Bahkan mudah terprovokasi dari berbagai berita-berita di sosial media yang pada akhirnya memecah-belah satu sama lain. Dengan mudahnya mereka mencela dan berdebat dengan kata-kata tidak sewajarnya didunia maya.

Yang menjadi miris melihat ketika sesama muslim tapi memperdebatkan bahkan mencaci tentang sesuatu yang seharusnya mereka bersatu untuk menjaga kehormatannya. Mereka terang-terangan mengaku muslim tapi mereka mengintimidasi dan men-judge dengan ucapan yang tidak manusiawi kepada saudara sesama muslim ketika menemukan suatu aib entah itu benar atau itu sebuah fitnah. Mereka dengan mudahnya menghardik dan berkata kasar sedangkan jelas-jelas mereka terang-terangan tidak bisa mempertanggung jawabkan dengan anggapan mereka sendiri tapi melihat suatu hal itu mutlak hanya karena berita-berita seliwuran entah yang dibaca itu hoax atau fakta. Ditelan mentah aja apapun berita dari dunia maya ini.

Rasullullah pernah berkata “ Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah berkata yang baik atau diam “

Mungkin bisa kita jadikan renungan sejenak. Jika kita merasa melihat suatu aib dari sesama  maka baiknya tidak perlu berucap atau berkata yang sifatnya membuat suatu argumen yang tidak baik apalagi sampai menggunakan bahasa yang tidak pantas tentangnya. Jangan menghujat dengan sesama hanya karena ingin merasa apa yang kita sampaikan dan apa yang kita lihat itu benar.

Mungkin disini tindakan diam adalah suatu cara yang benar saat kita menemukan suatu aib dari sesama saudara kita, kemudian diam jugalah tindakan untuk tidak membuka aib seseorang. Bukankah semua manusia memiliki aib dalam hidup mereka ?  mungkin saat ini aib saudara kita yang sedang dibuka oleh Allah SWT. Terus bagaimana dengan aib dalam diri kita ? dan mungkinkah saat ini Allah sedang masih menutup aib diri kita. Setelah zaman Rasulullah, sudah tidak ada lagi manusia yang sempurna. Mungkin manusia yang terlihat sempurna saat ini yaitu hanya aib mereka telah ditutup oleh Allah SWT. Jadi coba posisikan diri kita. Kenapa harus menghardik dan menghujat dengan suatu aib orang lain. Karena akan jadi percuma diri ini mengaku jika kita beragama tapi diri ini masih mudah sekali memfitnah atau berghibah ke sesama saudara sendiri.

“Dari Abu Hurairah Radhiyallahu‘anhu bahwsanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tahukah kalian apakah ghibah itu?”. Sahabat menjawab: “Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui”. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata: “Yaitu engkau menyebutkan sesuatu yang tidak disukai oleh saudaramu”, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya: “Bagaimanakah pendapat anda, jika itu memang benar ada padanya ? Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Kalau memang sebenarnya begitu berarti engkau telah mengghibahinya, tetapi jika apa yang kau sebutkan tidak benar maka berarti engkau telah berdusta atau memfitnah atasnya”.

Sekarang coba jari-jari kita juga harus perlu dikontrol ketika kita ingin melontarkan pendapat apapun itu di dunia maya, gunakan cara dan bahasa yang baik. Jika kalian membicarakan suatu aib orang lain maka coba jari-jari ini berpikir dua kali dulu atau mungkin beribu-ribu kali. Jika kalian tidak bisa mengontrol diri apalagi tidak bisa mempertanggung jawabkan apa yang jari-jari ini ketik maka sebaiknya cara terbaik adalah diam. Karena generasi milenial saat ini bukan lagi hanya kepala yang isinya otak yang digunakan tapi jari-jari bisa juga berpikir dan ikut andil dalam mengendalikan diri ini. 

7/15/2017

Ulama OnTheSpot

Hari ini sebenarnya punya mood yang besar buat nulis tapi tiba-tiba mood itu berubah seketika saat gue baca sebuah timeline dari seseorang tapi yasudalah, mari kita lalukan hal yang tidak penting dalam hidup kita.
***
Hari ini ada suatu bahasan yang memang sudah menjadi uneg-uneg yang lama pingin gue mau bahas. Ini masalah dimana orang-orang yang menjadi atau ulama onthespot. What is ulama onthespot ? yahh sebenarnya ungkapan ini buat orang-orang yang ketika melihat suatu “kemaksiatan” dan mereka harus menjadi “Hero“ buat meluruskan jalan orang tersebut dari “kemaksiatan“ dengan cara dan pemikiran mereka sendiri. Disini juga gak tau kenapa gue namai mereka-mereka yang beri nasihat dengan cara yang otoriter tersebut dengan ulama onthespot tapi sebenarnya terlintas aja gitu namanya kayak gitu. Tapi biasanya ulama onthespot yang begini jadi lucu sejadi-jadinya, men-judgement seenaknya aja gitu, menilai dengan cara sudut pandangnya saja dan ingin mengayomi dengan cara apatis. Tiada kata-kata relevan yang digunakan tapi lebih kepada menyakiti dan menyinggung perasaan orang lain. Dan jika mereka anggap itu adalah sesuatu yang melanggar norma, jalan mereka untuk meluruskan lebih kepada menyudutkan atau biasanya yang gue amati sebagian malah jatuhnya nyinyirin karena sirik. Hmmm... 

Lo sering kan denger kalo manusia gak ada yang sempurna. So kalian bisa lah tela’ah maksud arti pribahasa itu. Jangan denger sekelebatan aja.  Manusia pasti mengalami suatu proses untuk suatu perubahan dalam hidup mereka. Lo bukan orang yang baru lahir langsung jadi dewasa kayak sekarang kan bro ? Lo kan juga mengalami proses pertumbuhan dari bayi dulu dan bertahap berubah menjadi nenek dan kakek suatu hari nanti (kalo panjang umur). Itu juga proses kan ? Jadi jangan menuduh jika hari ini gue lakukan kesalahan, besok dan selama-lamanya gue selalu salah. Hmm yang menjadi naik darahnya gue saat ulama-ulama onthespot ini mendakwahi gue dimana dan waktu yang tidak tepat. Dan lebih parahnya lagi bahasa yang mereka gunakan lebih kepada menyindir. I truly know that.

Gue juga nulis begini sebenarnya serba salah. Kenapa ? karena disatu sisi nasihat itu baik tapi disisi lain dari sebagian orang yang menasihati menggunakan cara-cara yang dimana pada akhirnya orang gak respect sama apa yang mereka sampaikan. Memang kadang tak disengaja, niat hati menasihati, mendekatkan orang ini pada hidayah malah membuat orang itu menjauh karena inilah, sebuah tutur kata yang salah.

Coy, bisa gak sih berpikir sebentar aja saat lo memang niat menasihati, cobalah pikirkan kata-kata apa yang seharusnya lo akan ucapkan, entah itu bakal menyinggung atau tidak. Bukan berarti gue orang yang mudah tersinggung atau gak suka dengan nasihat dari seseorang tentang hidup dan urusan yang gue jalanin, tapi saat lo mengomentari tentang suatu hal hidup orang lain didepan orang banyak itu bukan menasihati malah kesannya lo sudah menjelekkan dan menjatuhkan harga diri orang tersebut tepat dihadapannya! Arti kasarnya begitu sebenarnya tapi sejatinya justru malah menjatuhkan harga diri lo sendiri. Disini gue share begini, karena uneg-uneg ini pernah gue alami. Bagaimana gue terpojokkan saat ulama-ulama onthespot ini mengomentari hidup gue didepan orang banyak yang menurut mereka apa yang gue lakukan salah dan harus dirubah. Basically I do so appreciated even should say thanks for about. Tapi apakah harus kalian menasihati gue di muka umum dan didepan orang banyak. Bukan kah jatuhnya kalian membuka aib saudara kalian sendiri ? terus kalian pernah denger kan “siapa yang membuka aib orang lain sama saja memakan bangkai". Tak ingatkah jika Rasulullah pernah mengingatkan kepada kita bahwa “ Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah berkata yang baik atau diam “. 

Gue nulis ini bukan untuk lo, dia atau mereka tapi untuk diri gue sendiri. Gue juga manusia biasa, manusia yang masih labil dan butuh banyak penopang dan salah satu penopang kuat gue itu adalah nasihat. Gue bukan orang yang gak mau nerima atau gak suka nasihat orang lain. Gue malah senang jika ada orang yang menegur ketika gue salah, karena dalam hidup gue sangat butuh komentar dan masukan dari orang lain untuk melihat kekurangan dan menjadikan motivasi buat gue untuk jadi yang lebih baik dari hari ini. Tapi kembali lagi, caranya bro euy! Gue lebih respect dengan cara orang-orang yang berpikir dulu sebelum menasihati sesama, menggunakan cara yang santun dalam mengingatkan. Rassullulah berdakwah juga dengan cara-cara yang sangat melemah-lembutkan dan sangat bijak, tidak memaksakan jika dakwah beliau harus diterima semua umat. Karena tugas beliau hanya menyampaikan pesan Allah SWT dan Rasullulah mengembalikan lagi semua hidayah yang akan diterima umatnya nanti atas dakwah beliau kepada Allah SWT.

Des, gue orangnya frontal jadi kalo mau menasihati yah langsung to the point aja ? yah gue tau tiap orang beda-beda dalam cara menyampaikan. Tapi sadar gak sih frontal yang lo lakuin itu ga seharusnya di hadapan orang banyak bro, yang dimana semua orang bakal natap dan mungkin terdiam dan bisa jadi bahan cemoohan buat orang tersebut atas kefrontalan yang lo lakuin di kedepannya. Itu namanya penghinaan. Gini ya memang  ada tipe-tipe orang, ada yang blak-blakan aja apa yang ada dipikirannya langsung aja diutarakan tanpa pakai saringan teh, ada yang banyak kiasan kata dalam tutur katanya, kadang tipe ini yang bikin gue ambigu. Terlalu menjaga hati buat orang yang ingin doi nasihati, bagus sih tapi kadang tipe ini pada akhirnya gue gak paham apa maksudnya dia sendiri. Terus ada ini orang yang menasihati dengan kata sindiran, terus kalo gue tembak dengan pertanyaan “gue ?“ terus dia bilang. ”Bukan, ini untuk universal“. Super sekali anda! Yang ini bikin orang dongkol. Kalo kita pura-pura gak tau, sindirannya semakin memojokkan. Inilah salah satu yang bikin gue juga gak respect. Cara-cara apatis inilah yang buat apapun yang lo sampaikan gak bakal jadi bahan kebaikan buat temen lo sendiri tapi lebih kepada membuka aib. Kalo lo mau menasihati jangan lah melukai perasaan, kalo lo mau menasehati, kan lo bisa ngomong empat mata, sampaikan secara pribadi dan gunakan bahasa yang santun. Jikalau memang kalian susah merangkai kata-kata indah yah gak masalah, karena gue gak masalah sih sama orang yang frontal dalam berkata-kata jika situasinya tidak didepan orang banyak atau disampaikan secara pribadi. Kalo cara-cara lo untuk menasihati tidak menyakiti perasaan orang tersebut, kan lo dapat kebaikannya juga. Jadi kalo memang niat lo ingin menasihati coba takar dululah sebelum bertindak tapi jika niatnya bukan itu ? hmm Allahu A’lam Bishawab gue mah. Semoga kita semua yang dapat hidayah dari Tuhan YME. aamiin...

6/17/2017

Trip to Kaniungan Island ( Part 2 )

Kami tinggal di Pulau Kaniungan Besar cukup lama. Mungkin pulau ini masih asing terdengar. Tapi pulau ini sudah cukup terkenal jika kalian berwisata ke Labuan Cermin, pasti pulau Kaniungan Besar juga jadi destinasi selanjutnya yang akan jadi pilihan. Pulau ini penduduknya hanya beberapa, terlihat hanya sedikit, itupun para nelayan saja yang tinggal disana. Penginapan pun hanya ada 3 penginapan. Jadi pulau ini masih sepi dan cocok banget yang butuh ketenangan apalagi yang lagi move on. Ciyeeee move on!

Penginapan yang kami tempati adalah bangunan baru dan masih ada beberapa renovasi dibagian halamannya tapi tidak mengurangi keindahan tempat itu sendiri. Harga yang ditawarkan dari penginapan yang kami tempati sekitar Rp.300.000/malam. Sudah tersedia kipas angin, double bad dan free breakfast. Terus kamar mandi nya adalah kamar mandi luar. Tapi cukup bersih dan nyaman kok. Gue lupa nama penginapannya karena penginapan disana rata-rata tidak memasang nama-nama penginapan mereka jadi gue gak terlalu fokus dengan itu jadinya (Maaf deh). Jika kalian mau makan siang atau mau makan malam. Biasanya mereka akan buatkan. Menunya yang standar yaitu ikan – ikan segar yang dibakar. Ikan segar itu di bandrol dengan harga Rp.40.000/ekor. Tapi enak dijamin.

Petualangan kami di Pulau Kaniungan gak kalah serunya. Keindahan biru laut dan pasir putihnya sungguh menakjubkan. It is such a private island. Pulau ini yang bisa di explore masih terbilang kecil karena area – area yang sudah tidak ada penduduknya tidak bisa kami jangkau untuk di jelajahi. Tapi di area yang masih bisa wisatawan jangkauan itulah tersembunyi surga – surga kecil dibawah laut. Banyak spot-spot cantik untuk lakukan kegiatan snorkeling . Tapi saran sih guys, kalo kalian memang mau snorkeling sebaiknya kalian sudah bawa alat-alat tersebut. Disana ada jasa penyewaannya tapi kondisi dari alat snorkeling-nya sendiri sudah bisa dikatakan tidak layak. Jadi nanti jatuhnya tidak nyaman untuk digunakan. Nah kalo kalian butuh pelampung, kalian bisa menyewa pelampung dengan supir kapal kelotok yang dinaiki waktu ke Pulau Kaniungan Besar.

Petualangan seru di Pulau Kaniungan sangat menakjubkan. Nikmati sunset yang langsung kami bisa nikmati view dari penginapan kami tapi untuk sunrise, agak sedikit memerlukan usaha karena kita harus kearah timur bibir pantai, melewati beberapa hutan pohon kelapa kecil dan beberapa rumah penduduk untuk bisa menemukan sunrise yang terbit saat pagi hari.

Saat kami snorkeling di pulau Kaniungan Besar, kami membeli makanan ikan yang kami beli di salah satu resort disana , jarak dari resort yang kami tempati dengan resort yang menjual makanan ikan masih cukup dekat sih sekitar 100 meter dengan jalan kaki. Resort yang kami tempati beli makanan ikan ini sepertinya resort pertama yang ada disini karena fasilitas yang mereka sediakan cukup lengkap guys dan mereka juga menyewakan kapal kano kecil gitu. Haha lucu deh. Makanan ikan tersebut sebenarnya adalah roti kadaluwarsa. Kalian bisa beli dengan harga Rp.5000.
Spot snorkeling disana tidak banyak, Cuma satu spot aja sudah bagus banget guys. Jika kalian ingin mencari spot snorkeling yang cukup bagus, itu sebenarnya dekat dengan resort yang menjual makanan ikan ini atau kalian bisa bertanya dengan orang resort disana, dimana spot snorkeling yang keren.

Saat memulai snorkeling disana. Kami mulai snorkeling dari jam 6 pagi dikarenakan kami menghindari air surut dipagi hari sekitaran jam 9 pagi ke atas. Karena jika snorkeling diatas jam 8 pagi saja, air laut sudah mulai rendah dan dipastikan sulit untuk berenang.

Gue benar-benar menikmati ber-snorkeling ria disana, ditambah hari yang sangat cerah dan keindahan terumbu karang dan ikan-ikan berwarna-warni yang cantik yang selalu mengitari kami ketika makanan kami tebar. Saat asik snorkeling, gue sempat ketemu dengan rombongan mahasiswa disana yang sedang liburan juga. Karena jarak kami yang lumayan dekat saat snorkeling, kami bergabung dengan mereka. Kemudian kami pun sharing sedikit dimana saja spot keren disini. Setelah berbagi informasi beberapa dari mereka bilang bahwa kami terlihat sangat manja karena menggunakan alat snorkeling yang lengkap. Whahah gue ngakak dong. Yang gue lihat saat itu mereka hanya menggunakan alat snorkeling untuk bantuan pernapasan saja tanpa menggunakan kaki katak ataupun pelampung. Yah.. gue bilang ke mereka jika kami menambah dengan bantuan kaki katak yah otomatis membantu agar renang jadi lebih mudah dan lincah, karena ketika gue coba tanpa kaki katak, yang dirasakan kaki gue berkali-kali keram (efek jarang berenang juga sih) dan pelampung yang kami gunakan adalah ketika kami capek ditengah-tengah laut yah fungsinya kami bisa berhenti sejenak hanya tinggal berbalik badan terus istirahat deh ga perlu kaki bergerak untuk berenang. Jadi itusih yang bisa gue rasa untungnya gunain alat-alat tsb. Karena gue termasuk gak jago kayak nahan napas lama ala-ala free diving gitu. Saat itu sih mereka memang termasuk jago-jago free diving nya guys, tapi cukup disayangkan, mereka dengan mudahnya menginjak-injak terumbu karang disana sebagai pijakan kaki saat mereka istirahat. Please, Jangan Dicontoh!!

Sudah tanggung jawab kita semua, jika kita berwisata ke tempat wisata alam apapun itu jenisnya. Seharusnya kita punya kewajiban juga untuk menjaganya. Bukan hanya masalah sampah tapi tindakan kita juga saat menikmati tempat wisata yang kita kunjungi untuk menjaga kelestarian ditempat wisata sekitar. Kita juga harus jaga kelestarian makhluk hidup sekitar, jangan semena-mena untuk merusak apapun itu apalagi nih guys seperti contohnya menyentuh karang yang jika kalian tahu terumbu karang sesuatu tumbuhan yang sensitif untuk disentuh (karang itu baperan). Jadi tolong aja yakan tanamkan “Tanggung jawabnya untuk kelestarian lingkungan sekitar”.

Saat air laut mulai terlihat surut, kami pun memutuskan untuk naik karena sulitnya berenang di sekitar air yang sudah mulai surut. Beberapa kali kami harus mencari dimana dataran pasirnya karena jarak tubuh kami dengan terumbu karang hanya kurang lebih 30cm saja. Dan itu sulit banget untuk bergerak saat berenang jadi kami harus naik. Itupun beberapa kali gue harus terkena sengatan hewan laut disana karena jarak yang begitu dekat dengan karang. Karena dibatuan karang itu banyak tersembunyi hewan-hewan laut yang tidak terlihat kadang beberapa hewan yang berkamuflase disekitarnya. Jadi keep in mind harus tetap berhati-hati.

Tapi jangan sedih, bukan snorkeling aja yang kita nikmati tapi jika kalian mau main-main cantik juga bisa. Yaitu main dengan kapal kano tarifnya sekitar Rp.25.000. Saat main kapal kano, berkali-kali kami menemukan pasukan penyu besar pada keluyuran. Itu sesuatu pemandangan yang keren banget.
feeding food to fishes in the water
I don’t know, The ocean always be my true love . It is something never be lie.

6/06/2017

Trip to Kaniungan Island ( Part 1 )

Setelah blog gue sebelumnya adalah trip ke Labuan Cermin, So now I want to share my trip to Kaniungan Island. YEAH!. Sebenarnya tidak ada yang beda di blog gue yang  trip ke Labuan Cermin tetang bagaimana dan cost untuk trip tersebut. Tapi yang membedakan adalah jika Labuan Cermin adalah sebuah danau jadi hanya membutuhkan sehari saja untuk main-main di spot indah tersebut tapi untuk Pulau Kaniungan mungkin sehari bermain di pulau tersebut kurang greget rasanya.

Untuk awal perjalanan untuk sampai ke Pulau Kaniungan itu sebenarnya mudah juga sob, karena pada dasarnya pulau Kaniungan itu masih berada di area kampung Biduk-biduk tapi berbeda jalur dari Labuan Cermin ke Pulau Kaniungan. Nah untuk sampai ke Pulau Kaniungan, kami harus ke Teluk Sulaiman terlebih dahulu. 
Guys, tahukah kalian Teluk Sulaiman ? Jadi Teluk Sulaiman itu adalah sebenarnya berada di ujung dari pulau Kalimantan Timur. Pernah tahu gak, jika kalian liat peta Kalimantan terus pulau Kalimantan sendiri itu berbentuk seperti anjing dengan terlihat ada hidung dari anjing yang tergambar di bagian Pulau Kalimantan Timur. Nah di hidung moncong itulah tepatnya dari Teluk Sulaiman itu sendiri. Kebayang kan!

Lanjut ketika kami sampai ke Teluk Sulaiman menempuh perjalanan sekitar 30 menit kami pun sampai didermaga di Teluk Sulaiman. Kemudian kami kembali harus memarkirkan mobil yang kami gunakan di area sekitar tersebut. Disana sudah banyak juru parkir yang siap menjaga kendaraan yang kalian titipkan kok. Selanjutnya kami kembali harus menyewa kapal kelotok nih, untuk sampai ke Pulau tersebut dengan tarif sekitar Rp. 500.000/pergi. Waktu menyebrang dari teluk Sulaiman ke pulau Kaniungan Besar biasanya sekitar 15 menitan tapi kami harus merasakan penyebrangan tersebut sampai 30 menit di tengah laut. (Panik, panik deh situ!) Jadi memang pada saat kami berangkat cuaca disana memang sudah gelap alias mendung, jadi saat diperjalanan saat kami sudah ditengah laut, hujan deras pun turun. Sontak pemandangan laut lepas pun tidak terlihat sama sekali, yang ada hanya kabut gelap dari hujan deras pada saat itu. Otomatis kami pun panik tapi coba pasrah aja. Namun setelah kami tiba di pulau tersebut, barulah kami dijelaskan dengan supir kapal jika ia mencoba menghindari kabut diperjalanan karena jika tetap menggunakan jalur normal yang biasa ditempuh ditakutkan supir akan kehilangan arah dan malah tersesat. Jadi dia mencoba menghindari kabut walaupun ditempuh jadi jauh tapi setidaknya menghindari bahaya. Oh gitu toh bang, makasih deh bang! Hehe.

Setelah beberapa jarak, akhirnya pulau Kaniungan Besar pun terlihat. Setelah kapal kelotok bersandar dan mengikatkan tali kapal ke salah satu pohon kelapa di area sekitar. Kami pun satu -persatu menurunkan barang – barang yang kami bawa. Catatan kecil aja guys, kalo kalian punya rencana liburan ke suatu pulau, sebaiknya bawa barang yang secukupnya saja. Karena dari pengalaman yang gue dapat seperti saat gue ke pulau Kaniungan ini yaitu jika membawa barang banyak yang perjalanannya itu harus menggunakan kapal – kapal kecil seperti kelotok bakal ribet deh dengan membawa barang yang banyak. Karena pada akhirnya barang yang gue gunakan selama di pulau hanya baju tidur 2 pasang. Baju kering 2 pasang dan baju basah alias baju yang digunakan untuk berenang hanya 1 pasang. Itupun baju kering lo, gak tersentuh juga karena hampir yang selalu kalian gunakan nanti adalah hanya baju basah. Kalo gue sih baju basahnya dipake berulang-ulang. Gausah nunggu kering, langsung pakai lagi aja karena ntar jatuhnya main basah-basahan lagi. wkwk 

Baik setelah semua barang turun, kami menanyakan dimana hotel yang sudah kami booking  untuk di Pulau Kaniungan tersebut. Tapi lagi-lagi supir kapal tersebut mengarahkan kami ke penginapan yang ia tahu saja. Penginapan itu adalah sebuah penginapan baru. Lumayan bagus sih. Tapi setelah melewati debat panjang, akhirnya kami mau untuk menginap di penginapan tersebut setelah melakukan pembatalan di penginapan sebelumnya kami pesan. Jadi jika kalian ingin pergi ke Pulau Kaniungan ini sebaiknya bicarakan dulu ke supir kapal jika hotel mana yang ingin kalian tuju jadi supir kapal langsung mengantar kalian ke tujuan kalian langsung. Tapi guys, menurutku penginapan yang salah alamat ini cukup bagus juga. Mungkin juga pada saat itu penghuninya hanya rombongan kami saja makanya penginapannya jadi seperti rumah sendiri. Terlihat cukup nyaman dan dengan pemandangan laut lepas didepan terasnya dan disebelah kiri ada pemandangan hutan dan gunung. Pokoknya it was sooooo beautiful.
Dermaga di Teluk Sulaiman
Home Stay yang kami tempati di Pulau Kaniungan

6/01/2017

PANCASILA

Hari ini tanggal 1 Juni adalah hari dimana Indonesia memperingati hari Pancasila. Sebenarnya Pancasila sudah dari awal masuk sekolah, kita sudah diajarkan apasih Pancasila itu dan makna yang terkandung dalam Pancasila yang dikatakan sebagai dasar ideology negara bangsa ini. Mungkin gue bukan yang sangat paham akan setiap bulir-bulir makna Pancasila, tapi setidaknya dari setiap kata di tiap point-nya kita bisa pahami walau sedikit, apasih arti dari maknanya tersebut.

Akhir-akhir ini gue sedikit rajin mengikuti berita di sosial media tentang keadaan negeri ini saat ini. Gue juga gak mau bercerita banyak, karena gue sadar atas keterbatasan ilmu gue tentang masalah yang sedang terjadi. Tapi dari sedikit ilmu ini, gue ingin memandang dari sisi opini gue sebagai masyarakat awam untuk berpendapat. Bagaimana kita sudah mulai lupa tentang bagaimana cara kita bertoleransi. Toleransi yang saling menghargai perbedaan dalam substansi yang normal bukan toleransi atas nama benar dan salah adalah sama kedudukannya. 

Dahulu kita terbiasa dengan adanya perbedaan ras, suku, bangsa dan agama. Malah dunia selalu takjub dengan satu cara hidup masyarakat kita yang selalu menghargai apapun perbedaan masyarakatnya. Kebebasan itulah yang membuat Indonesia kaya bukan hanya kaya keindahan alamnya tapi kaya akan moral bangsanya. Dari zaman era Soekarno, kita sudah mengenal adanya 5 agama yang di akui oleh negara. Ada islam, kristen, protestan, hindu dan buddha. Kita diberi kebebasan untuk memilih. Kebebasan itulah dengan catatan tidak mengusik atau menodai suatu agama tertentu yang mereka yakini hingga melukai perasaan siapapun. Jika ada yang menyimpang, pemerintah silakan bertindak tegas sebagaimana mestinya.

Kita bebas memilih apa yang kita yakini dan kita bebas berpendapat. Tapi ada batasan - batasan dimana suatu bentuk pendapat atau bahkan kepercayaan seseorang jangan diusik dengan suatu pendapat hanya dari diri sendiri saja. Sebebas-bebasnya berbicara, dibatasi oleh aturan dan norma-norma yang ada. Tidak ada yang bebas mutlak. Bahkan ketika seseorang berbeda pendapat, kita juga tidak bisa memaksakan pendapat kita diterima. Karena pada hakikatnya tiap kepala mempunyai pemikiran yang berbeda. Tapi hargai perbedaan itu dengan cara yang baik dan santun.

Coba kita kembali mengamalkan nilai-nilai pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Jangan mudah terpropaganda dan pada akhir terjadi pertikaian dan memecah-belah NKRI. Saling menghargai dan menempatkan kita pada posisi dimana kita seharusnya berpendapat. Indonesia punya semboyan “Bhineka Tunggal Ika”. jadi kukuhkan persatuan Indonesia kembali dengan perbedaan yang ada. Semoga apa yang terjadi saat ini, membuat kita akan jauh lebih kuat lagi dalam persatuan untuk Indonesia.