7/15/2017

Ulama OnTheSpot

Hari ini sebenarnya punya mood yang besar buat nulis tapi tiba-tiba mood itu berubah seketika saat gue baca sebuah timeline dari seseorang tapi yasudalah, mari kita lalukan hal yang tidak penting dalam hidup kita.
***
Hari ini ada suatu bahasan yang memang sudah menjadi uneg-uneg yang lama pingin gue mau bahas. Ini masalah dimana orang-orang yang menjadi atau ulama onthespot. What is ulama onthespot ? yahh sebenarnya ungkapan ini buat orang-orang yang ketika melihat suatu “kemaksiatan” dan mereka harus menjadi “Hero“ buat meluruskan jalan orang tersebut dari “kemaksiatan“ dengan cara dan pemikiran mereka sendiri. Disini juga gak tau kenapa gue namai mereka-mereka yang beri nasihat dengan cara yang otoriter tersebut dengan ulama onthespot tapi sebenarnya terlintas aja gitu namanya kayak gitu. Tapi biasanya ulama onthespot yang begini jadi lucu sejadi-jadinya, men-judgement seenaknya aja gitu, menilai dengan cara sudut pandangnya saja dan ingin mengayomi dengan cara apatis. Tiada kata-kata relevan yang digunakan tapi lebih kepada menyakiti dan menyinggung perasaan orang lain. Dan jika mereka anggap itu adalah sesuatu yang melanggar norma, jalan mereka untuk meluruskan lebih kepada menyudutkan atau biasanya yang gue amati sebagian malah jatuhnya nyinyirin karena sirik. Hmmm... 

Lo sering kan denger kalo manusia gak ada yang sempurna. So kalian bisa lah tela’ah maksud arti pribahasa itu. Jangan denger sekelebatan aja.  Manusia pasti mengalami suatu proses untuk suatu perubahan dalam hidup mereka. Lo bukan orang yang baru lahir langsung jadi dewasa kayak sekarang kan bro ? Lo kan juga mengalami proses pertumbuhan dari bayi dulu dan bertahap berubah menjadi nenek dan kakek suatu hari nanti (kalo panjang umur). Itu juga proses kan ? Jadi jangan menuduh jika hari ini gue lakukan kesalahan, besok dan selama-lamanya gue selalu salah. Hmm yang menjadi naik darahnya gue saat ulama-ulama onthespot ini mendakwahi gue dimana dan waktu yang tidak tepat. Dan lebih parahnya lagi bahasa yang mereka gunakan lebih kepada menyindir. I truly know that.

Gue juga nulis begini sebenarnya serba salah. Kenapa ? karena disatu sisi nasihat itu baik tapi disisi lain dari sebagian orang yang menasihati menggunakan cara-cara yang dimana pada akhirnya orang gak respect sama apa yang mereka sampaikan. Memang kadang tak disengaja, niat hati menasihati, mendekatkan orang ini pada hidayah malah membuat orang itu menjauh karena inilah, sebuah tutur kata yang salah.

Coy, bisa gak sih berpikir sebentar aja saat lo memang niat menasihati, cobalah pikirkan kata-kata apa yang seharusnya lo akan ucapkan, entah itu bakal menyinggung atau tidak. Bukan berarti gue orang yang mudah tersinggung atau gak suka dengan nasihat dari seseorang tentang hidup dan urusan yang gue jalanin, tapi saat lo mengomentari tentang suatu hal hidup orang lain didepan orang banyak itu bukan menasihati malah kesannya lo sudah menjelekkan dan menjatuhkan harga diri orang tersebut tepat dihadapannya! Arti kasarnya begitu sebenarnya tapi sejatinya justru malah menjatuhkan harga diri lo sendiri. Disini gue share begini, karena uneg-uneg ini pernah gue alami. Bagaimana gue terpojokkan saat ulama-ulama onthespot ini mengomentari hidup gue didepan orang banyak yang menurut mereka apa yang gue lakukan salah dan harus dirubah. Basically I do so appreciated even should say thanks for about. Tapi apakah harus kalian menasihati gue di muka umum dan didepan orang banyak. Bukan kah jatuhnya kalian membuka aib saudara kalian sendiri ? terus kalian pernah denger kan “siapa yang membuka aib orang lain sama saja memakan bangkai". Tak ingatkah jika Rasulullah pernah mengingatkan kepada kita bahwa “ Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah berkata yang baik atau diam “. 

Gue nulis ini bukan untuk lo, dia atau mereka tapi untuk diri gue sendiri. Gue juga manusia biasa, manusia yang masih labil dan butuh banyak penopang dan salah satu penopang kuat gue itu adalah nasihat. Gue bukan orang yang gak mau nerima atau gak suka nasihat orang lain. Gue malah senang jika ada orang yang menegur ketika gue salah, karena dalam hidup gue sangat butuh komentar dan masukan dari orang lain untuk melihat kekurangan dan menjadikan motivasi buat gue untuk jadi yang lebih baik dari hari ini. Tapi kembali lagi, caranya bro euy! Gue lebih respect dengan cara orang-orang yang berpikir dulu sebelum menasihati sesama, menggunakan cara yang santun dalam mengingatkan. Rassullulah berdakwah juga dengan cara-cara yang sangat melemah-lembutkan dan sangat bijak, tidak memaksakan jika dakwah beliau harus diterima semua umat. Karena tugas beliau hanya menyampaikan pesan Allah SWT dan Rasullulah mengembalikan lagi semua hidayah yang akan diterima umatnya nanti atas dakwah beliau kepada Allah SWT.

Des, gue orangnya frontal jadi kalo mau menasihati yah langsung to the point aja ? yah gue tau tiap orang beda-beda dalam cara menyampaikan. Tapi sadar gak sih frontal yang lo lakuin itu ga seharusnya di hadapan orang banyak bro, yang dimana semua orang bakal natap dan mungkin terdiam dan bisa jadi bahan cemoohan buat orang tersebut atas kefrontalan yang lo lakuin di kedepannya. Itu namanya penghinaan. Gini ya memang  ada tipe-tipe orang, ada yang blak-blakan aja apa yang ada dipikirannya langsung aja diutarakan tanpa pakai saringan teh, ada yang banyak kiasan kata dalam tutur katanya, kadang tipe ini yang bikin gue ambigu. Terlalu menjaga hati buat orang yang ingin doi nasihati, bagus sih tapi kadang tipe ini pada akhirnya gue gak paham apa maksudnya dia sendiri. Terus ada ini orang yang menasihati dengan kata sindiran, terus kalo gue tembak dengan pertanyaan “gue ?“ terus dia bilang. ”Bukan, ini untuk universal“. Super sekali anda! Yang ini bikin orang dongkol. Kalo kita pura-pura gak tau, sindirannya semakin memojokkan. Inilah salah satu yang bikin gue juga gak respect. Cara-cara apatis inilah yang buat apapun yang lo sampaikan gak bakal jadi bahan kebaikan buat temen lo sendiri tapi lebih kepada membuka aib. Kalo lo mau menasihati jangan lah melukai perasaan, kalo lo mau menasehati, kan lo bisa ngomong empat mata, sampaikan secara pribadi dan gunakan bahasa yang santun. Jikalau memang kalian susah merangkai kata-kata indah yah gak masalah, karena gue gak masalah sih sama orang yang frontal dalam berkata-kata jika situasinya tidak didepan orang banyak atau disampaikan secara pribadi. Kalo cara-cara lo untuk menasihati tidak menyakiti perasaan orang tersebut, kan lo dapat kebaikannya juga. Jadi kalo memang niat lo ingin menasihati coba takar dululah sebelum bertindak tapi jika niatnya bukan itu ? hmm Allahu A’lam Bishawab gue mah. Semoga kita semua yang dapat hidayah dari Tuhan YME. aamiin...