2/28/2018

Diary Digital



Ini tulisan dari sekian lama cuti dari aktivitas tulis-menulis. Karena memang sadar sekarang gue sudah dapat kerjaan yang alhamdulilah. Dan karena itu juga lah gue sudah jarang bahkan hampir lenyap dari dunia blogger, yang sebelumnya gue sangat hobi-in ini. Tapi kala kalo gue sudah butuh tempat cerita atau pelampiasan, maka blog adalah sarana yang cukup buat gue berbagi keluh kesah yang gue rasakan. Jika dikira gue seorang yang kesepian karena tidak ada orang yang bisa gue ajak bercurhat-curhatan ria. Yaah silahkan sih coy, karena terkadang cerita dengan seseorang dengan segudang cerita keluh kesah yang dirasakan belum bisa memberikan solusi apa-apa dan mereka belum tentu juga memahami apa yang lo lagi rasakan, sekalipun itu sahabat dekat lo atau keluarga lo. Karena yang memahami isi dan pikiran lo itu cuma diri lo sendiri. Lo sendiri juga yang pada akhirnya mencari solusi untuk masalah yang lo lagi rasakan dan alami. Seseorang jadi sarana curhat lo memang terkadang membantu tapi sebenarnya mereka juga menawarkan opsi bukan solusi dan yang jatuhnya loh yang nentukan opsi apa yang lo ambil untuk masalah yang loh alami. Jadi ketika gue nulis maka yaaahh... gue cerita masalah gue. Ketika itu juga gue bisa berpikir, apa yang gue harus lakuin, apa yang harus gue ambil, keputusan seperti apa dan lain halnya.

Menulis menjadi sarana kedua setelah gue aduin segala apa yang gue rasakan dan gue alami ke yang Dzat Yang Maha Mengetahui dari semua masalah gue. Karena point mengadu ke Allah itu lebih mempan dan lebih tenang ketika lo rasa lo ngga butuh seseorang untuk tempat curhatan lo, lo Cuma butuh Tuhan dan diri lo sendiri.  That’s plenty of good.

So menulis lah jika lo rasa lagi rasakan sesuatu saat ini, setelah ngadu ke yang Maha Mengetahui Isi Hati. Karena ketika lo ga punya seseorang, atau lo lagi butuh sendiri, merenung maka lampiaskan aja dengan menulis. Ga mesti di blog kok, buku diary juga bisa. Jangan malu hari gini masih gunaiin buku diary atau buku apapun itu. Itu bukan masalah karena itu permulaan dari lo bisa ga ketergantungan dengan seseorang untuk bercerita. Tanpa disadari aja bisa aja temen atau seseorang yang lo lagi ajak curhat, bosan juga dengar curhatan lo kalo lo curhatnya tiap hari yekan... wkwkwk


Banyak cara apapun itu bisa menulis. Jadi menulis aja sebelum menulis itu dilarang.