” Lo jarang ya share tentang pacar
lo, hubungan keluarga lo, kehidupan sehari-hari di sosmed, kenapa des? Hidup lo kurang bahagia ya ?”
Saat
ditanya kaya begini, gue mah cuma bisa “wkwk” in aja dah. Ini sebenarnya pertanyaan mudah untuk di ngakak-in. Oh Lord! This is my life.. what's the matter for you ? Tapi nih coy,
kenapa ya social media menjadi tolak ukur yang lo pikir bakal selalu jadi tempat
solusi untuk curhatan-curhatan dari berbagai macam rasa yang lo alami ditiap
harinya.
Gue
juga ga munafik kok kalo gue pengguna
sosial media yang aktif , gue juga masih memanfaatkan sosmed buat nge-share
foto seru, cari informasi seperti lifestyle atau berbagai hal lainnya. Tapi disini
gue bukan typical orang yang selalu mengubar semua masalah gue disosmed. Sometimes I need it but when I think I need
a little bit privacy, Lha terosss Kenapa gue harus paksa urusan hidup gue harus di-share ke sosmed ditiap kondisi. The best moment of my life don’t make it
always to social media.
Disini
ada kalanya harus sikapi sosial media secara bijak kembali. Jika setiap masalah
diumbar di sosial media, apa lo pikir itu bisa menyelesaikan masalah..?? Think twice!. Terus masih banyak yang mengumpat,
marah-marah dan update status yang sangat frontal. Okelah coy, mungkin banyak
yang merasa itu profil lo, kenapa orang lain mesti sewot? Atau ada juga yang
sering bilang "kalau gak mau melihat postinganku, ya blokir saja".
Miris banget mendengar kata-kata itu keluar dari orang yang seharusnya bersosialisasi
dengan sesamanya.
Mending
seperti itu gue pilih diam. Simpan aja masalah buat diri gue sendiri dan
segera menyelesaikan masalahnya. Karena gak guna juga share tentang masalah gue ke sosmed, yang ada mungkin semakin pelik
dan sebagian orang yang liat bisa jadi bakal nyinyir dan tau masalah gue. Bukan
solusi jadinya tapi ada bahan fitnah ditakutkan.
Dan
kalo ada masalah mending gue lebih milih share ke orang terdekat yang gue
percaya dan cerita masalah gue secara langsung ke mereka. dan I also don’t like
with someone teased others through by social media If you wanna say something
with them better say it directly, don’t make sense with your bad words on it. it looks so stupid for me. Jika lo mau kasih saran dan harus
melalui sosial media, yah gunakan lah cara yang santun jangan buat diri lo
terasa memilukan dengan bahasa-bahasa menyakiti perasaan orang lain.
So
bro and sista, Ada kalanya gue memang butuh waktu untuk menikmati apapun tanpa gadget
yang isinya penuh sosial media yang gue gunain. Kalo orang pikir hidup gue flat,
yah emang gue peduli situ nyinyir apa tentang gue. Tapi disini sebenarnya gue
lebih suka kembali ke privasi lagi yang gue juga butuh jauh dari hiruk-pikuk
kehidupan. Wkwkwk sorry berat bahasanya.
Dan
asal kalian tau untuk masalah percintaan gue sebenarnya ga perlu banyak dan
terlalu dipublikasikan. Kasih sayang dalam doa di sepertiga malam jauh lebih romantis
daripada caption dan selfie berdua di sosial media. Uhuyyy…yeahhhh I am back to my blog after remake anything within.