10/08/2017

Stalker Terosss!

" Hari ini cerah terus panas banget untuk gue mau nulis tentang sesuai judul blog gue satu ini. "
Ok kawan, jadi sebenarnya topik ini buat para kawula cewek tapi aku yakin sih para cowok juga pernah melakukan kebiasaan yang satu ini tapi jika diamati memang sering cewek sih jadi pelakunya, so we have to admit it gurls, sorry! Yang lain dan tak bukan yaitu stalkingJreng jreng… Terus apasih stalking itu ? jadi stalking itu adalah tindakan dimana yaitu sedang menguntit, memantau, mengawasi atau mengikuti seluruh kegiatan seseorang dengan tujuan tertentu, biasanya sih nguntitnya lewat sosial media gitu deh, kayak penasaran kegiatan apa aja sih yang empunya akun untuk hari ini. Yaelah berasa selebriti ada yang nguntit terus penasaran sama lo gitu, kayak secret admire yah. Tapi jangan seneng dulu berasa ada fans dadakan yang stalking-in kegiatan kita lewat sosial media. Kadang itu bisa jadi boomerang juga terus mengganggu loh. 

Kalo buat gue, jadi biasa aja sama stalker, nah lo mau stalking-in apa juga di akun sosial media gue. Hidup gue flat aja coy, gak ada yang perlu diawasi. Karena yang biasanya malah gue yang jadi stalker. Wkwkwk itu memang apa adanya. Tapi jika sudah jadi stalker itu sebenarnya memang membutuhkan banyak energi seperti halnya membahas topik ini yang juga semua dikerahkan entah pikiran, jiwa dan perasaan. Ok cukup berlebihan.

Well pada umumnya yang seru untuk di stalking-in itu adalah masa lalu. Tetiba pingin ada backsoundnya “Inul Daratista – Masa Lalu”. Karena apapun tentang itu lebih banyak penasarannya. Bukan karena tidak bisa moveon tapi disaat waktu senggan lo buat megang gadget dan seketika ada niat aja gitu mau klik beranda sosial media beliau. Tapi memang sih yang gue dapat dari pengalaman-pengalaman teman nih. Kebanyakan jadi stalker karena masih ada sisa-sisa serpihan hati itu sih, yang pada akhirnya memuncak untuk ingin tau keseharian doi ketika sudah ga sama dia lagi. Tepok jidak sambil bilang “masa lalu…masa lalu”.

Jadi mau ngakak sendiri juga, gimana perjuangannya seorang stalker yang sebenarnya mereka tau kegiatan stalking mereka ini bakal membuka luka lama kembali atau bahkan membuka luka baru ketika stalking ini dilanjutkan. Karena dominan jadi stalker ini sebagian besar adalah para cewek so disini perasaan para cewek dipertaruhkan. Kenapa guys ? karena mereka itu penasaran yang memang bukan pada waktunya atau pada tempatnya sebenarnya. Tapi yah namanya juga cewek  stalking tetap aja jalan meski rasanya bak berjalan di atas batuan berduri dan hati remuk akan menjadi kepingan-kepingan yang tak beraturan, tapi lihat aja deh besok diulang lagi. Ironi memang tapi begitulah kehidupan memang berat girls! But The boys can see the strong of women is. (sambil nangis dipojokan kamar)

Tapi sepanjang kegiatan stalking – menstalking ini tidak merugikan atau membahayakan. Ya sebenarnya ga ada masalah menurut gue tapi jika lo sudah jadi stalker yang sudah berlebihan kayak lo bakal menghujat karena sehabis stalking lo jadi emosinal kemudian lo buat caption atau status dengan hujatan karena emosi abis baca status doi dan atau bahkan lo ikuti kemanapun doi pergi bahkan cari tau apapun yang dilakuin ditiap harinya. Waah stalker in high level kayaknya kalo sudah ngikuti kemana-mana, jadi stalker psyco sih kayaknya .Ya baiknya stop deh jadi stalker. Itu ga sehat. Karena lo buat masalah baru buat diri lo sendiri. Hindari sosial media untuk jadi stalker buat sementara waktu. Kasian mental lo. hahaha

Dan jika lo merasa ada yang stalker-in akun sosial media lo, jika sepanjang apapun yang lo update tidak merugikan siapapun dan tidak mengancam hidup lo dan orang lain, ya ga masalah juga lagi sih tapi tergantung tiap orang ada aja yang merasa keganggu dengan kegiatan para stalker ini atau biasa aja. Karena kalo buat gue. Puas-puasin aja sih stalking akun gue tapi hati-hati aja lo nanti te-like updatean gue. Kan berabe ketahuan kelakuan lo, coy..

Kalo lo stalking-in mantan dan beranjak untuk moveon sebaiknya jangan pernah stalking doi sementara waktu. Karena rencana lo untuk moveon itu hancur dalam hitungan detik jika lo awasi terus kehidupan beliau. But I know it’s so hard  tapi coba puasa deh dari stalking sampai waktu dimana lo sudah bener-bener stabil.

Dan beda cerita lagi untuk stalker yang sifatnya seperti haters. Eiitsss haters disini jangan diartikan dalam artian luas kaya para selebriti coy, haters disini dalam artian sebenarnya aja yaitu Pembenci bukan pembanci yah. (Ok..ga lucu). Nah namanya juga kehidupan ada yang pro dan ada juga yang kontra dalam apapun yang lo lakuin jadi bukan seleb-seleb itu aja yang punya haters kehidupan seharian, lo mungkin tanpa disadari ada aja yang kontra sama lo. Kita ga bisa maksa kan tiap orang suka sama apapun yang kita lakukan tapi memang begitulah, sepanjang lo merasa apapun yang lo buat ga merugikan siapapun dan menurut lo itu masih bersifat positif yaahh go ahead aja.  Tapi lucu sih sudah tau dia itu ga demen sama lo tapi masih aja stalk akun sosial media lo, tapi biarlah. Tapi memang ada yang begitu ? ada kok ada. 

Terus yang jadi boomerangnya orang yang suka stalk akun sosial media lo itu biasanya mereka suka nyinyirin apapun yang lo lakuin. Hadoooh.. kok jatuhnya syirik ya. I don’t know too tapi itu lah yang menganggu. Kalo mereka-mereka stalking terus anteng-anteng aja, ya monggo tapi kalo dibuat opini-opini buruk tentang lo tapi ga tau kebenarannya karena mereka  tau cuma dari sisi keahlian stalkingnya aja. Itulah yang jadi boomerang. Misalnya lo update kayak quote sedih, terus stalker tersebut bakal beropini jika saat ini lo dalam kesedihan tertimpa suatu masalah dan membuat opini jika lo sedang sedih padahal realitanya ga semua apapun yang kita update disosmed mewakili apa yang lagi dirasakan saat itu kan, mungkin sebagian besar iya tapi kan gak semua orang share kondisi real di sosmed, mungkin saat itu suka dengan quotenya atau banyak lagi yang itu belum tentu sesuai dengan kondisi yang terjadi sebenarnya. Nah itulah gak sehatnya stalker jika jatuhnya membuat fitnah.

Sebenarnya ada beberapa penelitian yang mengatakan stalking itu adalah kegiatan yang sudah ga sehat secara mental atau bersifat gangguan, malah sudah menjadi pelanggaran hukum. Whaaaaaaatttt masa sih? tapi masa iya separah itukah? But another thing it could be right that stalking is morally wrong that includes deliberately seeking out information from immoral sources (like from stalker and hackers), and the people you are stalking know that you are doing it and they judge you negatively for it.

Jadi jika mau jadi stalker yang sehat-sehat aja deh yah. Jadilah stalker yang bijak! Dan kalo gue sih ya, tidak dipungkiri gue juga suka stalking tapi stalkingnya gue  cuma sebatas kepo aja. Tidak kurang dan tidak lebih. Terus stalking-in mantan ? haduuhhh nggak deh, bikin nyesek.
But believe it or not. All of your social media account… they’ve made us a society of stalkers. 

No comments:

Post a Comment