6/01/2017

PANCASILA

Hari ini tanggal 1 Juni adalah hari dimana Indonesia memperingati hari Pancasila. Sebenarnya Pancasila sudah dari awal masuk sekolah, kita sudah diajarkan apasih Pancasila itu dan makna yang terkandung dalam Pancasila yang dikatakan sebagai dasar ideology negara bangsa ini. Mungkin gue bukan yang sangat paham akan setiap bulir-bulir makna Pancasila, tapi setidaknya dari setiap kata di tiap point-nya kita bisa pahami walau sedikit, apasih arti dari maknanya tersebut.

Akhir-akhir ini gue sedikit rajin mengikuti berita di sosial media tentang keadaan negeri ini saat ini. Gue juga gak mau bercerita banyak, karena gue sadar atas keterbatasan ilmu gue tentang masalah yang sedang terjadi. Tapi dari sedikit ilmu ini, gue ingin memandang dari sisi opini gue sebagai masyarakat awam untuk berpendapat. Bagaimana kita sudah mulai lupa tentang bagaimana cara kita bertoleransi. Toleransi yang saling menghargai perbedaan dalam substansi yang normal bukan toleransi atas nama benar dan salah adalah sama kedudukannya. 

Dahulu kita terbiasa dengan adanya perbedaan ras, suku, bangsa dan agama. Malah dunia selalu takjub dengan satu cara hidup masyarakat kita yang selalu menghargai apapun perbedaan masyarakatnya. Kebebasan itulah yang membuat Indonesia kaya bukan hanya kaya keindahan alamnya tapi kaya akan moral bangsanya. Dari zaman era Soekarno, kita sudah mengenal adanya 5 agama yang di akui oleh negara. Ada islam, kristen, protestan, hindu dan buddha. Kita diberi kebebasan untuk memilih. Kebebasan itulah dengan catatan tidak mengusik atau menodai suatu agama tertentu yang mereka yakini hingga melukai perasaan siapapun. Jika ada yang menyimpang, pemerintah silakan bertindak tegas sebagaimana mestinya.

Kita bebas memilih apa yang kita yakini dan kita bebas berpendapat. Tapi ada batasan - batasan dimana suatu bentuk pendapat atau bahkan kepercayaan seseorang jangan diusik dengan suatu pendapat hanya dari diri sendiri saja. Sebebas-bebasnya berbicara, dibatasi oleh aturan dan norma-norma yang ada. Tidak ada yang bebas mutlak. Bahkan ketika seseorang berbeda pendapat, kita juga tidak bisa memaksakan pendapat kita diterima. Karena pada hakikatnya tiap kepala mempunyai pemikiran yang berbeda. Tapi hargai perbedaan itu dengan cara yang baik dan santun.

Coba kita kembali mengamalkan nilai-nilai pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Jangan mudah terpropaganda dan pada akhir terjadi pertikaian dan memecah-belah NKRI. Saling menghargai dan menempatkan kita pada posisi dimana kita seharusnya berpendapat. Indonesia punya semboyan “Bhineka Tunggal Ika”. jadi kukuhkan persatuan Indonesia kembali dengan perbedaan yang ada. Semoga apa yang terjadi saat ini, membuat kita akan jauh lebih kuat lagi dalam persatuan untuk Indonesia.

No comments:

Post a Comment