Well,
balik lagi untuk lanjutan cerita trip di blog sebelumnya. Pada pagi harinya
kami lanjut untuk perjalanan ke Labuan cermin. Sekitar 1 Km
lebih kami dari kampung Biduk-biduk sampai di perkampungan dekat area Labuan
Cermin. Yang kita tuju itu adalah ke dermaga Labuan cermin karena untuk masuk
ke Labuan cermin kita harus naik kapal kecil gitu yang warga sudah sediakan. Tapi
karena kami menggunakan mobil otomatis kita harus memarkirkan mobil terlebih dulu.
Biasanya parkirannya itu dirumah-rumah warga yang memang mereka siapkan untuk
parkiran para turis yang ingin memarkirkan kendaraan mereka. Biaya sewa parkir
sekitar Rp. 15.000/mobil dan untuk motor juga ada. Kemudian masuk sedikit 50
meter dengan jalan kaki maka kita sudah sampai di dermaganya. Untuk sewa kapal
kena biaya sekitar Rp. 250.000 /pergi. Bayarnya juga gak sembarangan guys, jadi
kita kayak beli di loket gitu yang warga sediakan dan nanti kita dikasih bukti
pembayaran kita sekaligus kapal yang kita pesan hanya untuk rombongan kita
saja, jadi gak ada penumpang lain yang ganggu gugat alias tidak ada yang naik
bareng-bareng kita lagi. Hehehe. Tapi
bisa juga kalo mau bayar perorangan kena tarif sekitar Rp 50.000/org.
Setelah menunggu antrian beberapa kapal yang masuk,
karena kapal-kapal tersebut sistemnya kayak ojek-ojek online gitu, jadi gak
sembarangan ambil penumpang dan tidak ada yang berebutan. Maka tibalah kapal
kami tiba. Dari dermaga masuk ke Labuan Cerminya itu mungkin sekitar 200 meter
tapi serius saat naik kapal kelotok terus pemandangan sepanjang masuk Labuan
cermin, Ya Allah, itu sudah bagus banget. Air nya sudah air tawar terus sudah
bening banget. Gak ke bayang deh, diperjalanan aja airnya sudah bening banget
apalagi yang namanya danau yang airnya seperti cermin. Subhanallah!
Akhirnya
kami pun sampai di Labuan cermin. Beneran deh airnya jernih banget kayak
cermin. Pantulan cahaya matahari yang terkena air danau menimbulkan efek sparkling di
tiap percikan ombak yang ditimbulkan, terlihat seperti danaunya berlapiskan
kaca dan dengan warna hijau tosca menambah kecantikan danau tersebut. Itu
menandakan danau tersebut sangat bening dan saking bening airnya kedalaman
kurang lebih 10 meter itu masih terlihat dari atas sampai lo gak bakal percaya
kalo kedalamannya segitu. Karena terlihat dekat aja banget.
Nah sebenarnya tempat
untuk orang-orang bersantai itu tidak ada yang istimewa hanya jembatan kayu
kemudian ada lantai ban besar yang mengapung untuk disana orang-orang bakal
loncat-loncatan untuk berenangan. Waktu itu kami datang, orang-orang gak begitu
banyak jadi disana leluasa untuk eksplore area danau. Untuk danaunya sendiri
itu tidak ada seperti karang-karang yang menghiasi di bawah permukaan
danau. Disana Cuma terlihat batuan biasa di sela kedalaman danau dan terlihat
pasir tapi kan bagian bawah danau adalah air asin. Tapi yang istimewa adalah
kecantikan bening dari danau tersebut. Sampai-sampai lo gak berani ngaca di
pantulan airnya. Karena terlalu jelas terlihat wajah lo ntar. Wkwk lebay deh. Dan jika kalian butuh pelampung sebenarnya kalian
bisa menyewa dengan orang kapal yang kalian naiki. Karena berenang saat kami
disana itu lelah selelah lelahnya karena biar lo jago renang tapi pada akhirnya
lo butuh pelampung untuk berenang santai dikarenakan arus dibawah danau yang
sangat deras. Rata-rata kebanyakan orang disana juga gunain pelampung karena
mereka seperti explore ke area jauh-jauh dari danau jadi butuh pelampung gitu
deh. Gue mau sih kayak gitu tapi rombonganku gak ada yang mau jauh-jauh
ng-explore gitu, yah cemen juga nyali gue jadinya.
Ada seseorang
sebelah gue, doi nyelam dengan membawa botol aqua kecil terus waktu doi naik setelah nyelam,
dia bilang jika doi dapat air asin yang doi barusan nyelam tadi, iseng gue
nanya dan nyobain dan ternyata memang air asin brooo!!! Jago juga nih cowo
nyelamnya. Hehehe. Tapi ada beberapa informasi sebenarnya jika kalian mau lihat
lebih dari kecantikan danau Labuan cermin itu adalah saat terbitnya matahari karena
pantulan keemasan dari cahaya matahari dipagi hari itu lebih membuat danau sangat luar
biasa. Pantesan sob, saat kami datang yang notabene nya kami terbilang masih
pagi. Disana sudah banyak orang, sepertinya sih mereka datang pagi buta untuk
itu. Kami disana main-mainnya sekitar 3
jam lebih karena kapal yang tadi membawa kita sudah datang so kita siap-siap
untuk balik deh. Literally I didn’t want back but we have to move.
![]() |
| Sekitar Danau masih Hutan |



