5/29/2017

Trip to Labuan Cermin ( Part 2 )

Well, balik lagi untuk lanjutan cerita trip di blog sebelumnya.  Pada pagi harinya kami lanjut untuk perjalanan ke Labuan cermin. Sekitar 1 Km lebih kami dari kampung Biduk-biduk  sampai di perkampungan dekat area Labuan Cermin. Yang kita tuju itu adalah ke dermaga Labuan cermin karena untuk masuk ke Labuan cermin kita harus naik kapal kecil gitu yang warga sudah sediakan. Tapi karena kami menggunakan mobil otomatis kita harus memarkirkan mobil terlebih dulu. Biasanya parkirannya itu dirumah-rumah warga yang memang mereka siapkan untuk parkiran para turis yang ingin memarkirkan kendaraan mereka. Biaya sewa parkir sekitar Rp. 15.000/mobil dan untuk motor juga ada. Kemudian masuk sedikit 50 meter dengan jalan kaki maka kita sudah sampai di dermaganya. Untuk sewa kapal kena biaya sekitar Rp. 250.000 /pergi. Bayarnya juga gak sembarangan guys, jadi kita kayak beli di loket gitu yang warga sediakan dan nanti kita dikasih bukti pembayaran kita sekaligus kapal yang kita pesan hanya untuk rombongan kita saja, jadi gak ada penumpang lain yang ganggu gugat alias tidak ada yang naik bareng-bareng kita lagi. Hehehe. Tapi  bisa juga kalo mau bayar perorangan kena tarif sekitar Rp 50.000/org. 

Setelah menunggu antrian beberapa kapal yang masuk, karena kapal-kapal tersebut sistemnya kayak ojek-ojek online gitu, jadi gak sembarangan ambil penumpang dan tidak ada yang berebutan. Maka tibalah kapal kami tiba. Dari dermaga masuk ke Labuan Cerminya itu mungkin sekitar 200 meter tapi serius saat naik kapal kelotok terus pemandangan sepanjang masuk Labuan cermin, Ya Allah, itu sudah bagus banget. Air nya sudah air tawar terus sudah bening banget. Gak ke bayang deh, diperjalanan aja airnya sudah bening banget apalagi yang namanya danau yang airnya seperti cermin. Subhanallah!
Akhirnya kami pun sampai di Labuan cermin. Beneran deh airnya jernih banget kayak cermin. Pantulan cahaya matahari yang terkena air danau menimbulkan efek sparkling di tiap percikan ombak yang ditimbulkan, terlihat seperti danaunya berlapiskan kaca dan dengan warna hijau tosca menambah kecantikan danau tersebut. Itu menandakan danau tersebut sangat bening dan saking bening airnya kedalaman kurang lebih 10 meter itu masih terlihat dari atas sampai lo gak bakal percaya kalo kedalamannya segitu. Karena terlihat dekat aja banget. 
Nah sebenarnya tempat untuk orang-orang bersantai itu tidak ada yang istimewa hanya jembatan kayu kemudian ada lantai ban besar yang mengapung untuk disana orang-orang bakal loncat-loncatan untuk berenangan. Waktu itu kami datang, orang-orang gak begitu banyak jadi disana leluasa untuk eksplore area danau. Untuk danaunya sendiri itu tidak ada seperti karang-karang yang menghiasi di bawah permukaan danau. Disana Cuma terlihat batuan biasa di sela kedalaman danau dan terlihat pasir tapi kan bagian bawah danau adalah air asin. Tapi yang istimewa adalah kecantikan bening dari danau tersebut. Sampai-sampai lo gak berani ngaca di pantulan airnya. Karena terlalu jelas terlihat wajah lo ntar. Wkwk lebay deh. Dan  jika kalian butuh pelampung sebenarnya kalian bisa menyewa dengan orang kapal yang kalian naiki. Karena berenang saat kami disana itu lelah selelah lelahnya karena biar lo jago renang tapi pada akhirnya lo butuh pelampung untuk berenang santai dikarenakan arus dibawah danau yang sangat deras. Rata-rata kebanyakan orang disana juga gunain pelampung karena mereka seperti explore ke area jauh-jauh dari danau jadi butuh pelampung gitu deh. Gue mau sih kayak gitu tapi rombonganku gak ada yang mau jauh-jauh ng-explore gitu, yah cemen juga nyali gue jadinya.
Ada seseorang sebelah gue, doi nyelam dengan membawa botol aqua kecil terus waktu doi naik setelah nyelam, dia bilang jika doi dapat air asin yang doi barusan nyelam tadi, iseng gue nanya dan nyobain dan ternyata memang air asin brooo!!! Jago juga nih cowo nyelamnya. Hehehe. Tapi ada beberapa informasi sebenarnya jika kalian mau lihat lebih dari kecantikan danau Labuan cermin itu adalah saat terbitnya matahari karena pantulan keemasan dari cahaya matahari dipagi hari itu lebih membuat danau sangat luar biasa. Pantesan sob, saat kami datang yang notabene nya kami terbilang masih pagi. Disana sudah banyak orang, sepertinya sih mereka datang pagi buta untuk itu. Kami disana main-mainnya sekitar  3 jam lebih karena kapal yang tadi membawa kita sudah datang so kita siap-siap untuk balik deh. Literally I didn’t want back but we have to move.
Sekitar Danau masih Hutan
It was a new experience again which I got from my own country. Honestly so many nature of Indonesia is so wealthy and wonderful also than overseas. So bro, Save it always as the next generation of this country.
Air Danau berwarna Hijau Tosca

5/21/2017

Trip to Labuan Cermin ( Part 1 )

Hari ini gue mau nge-blog setelah sekian lama tidak nge-share hal-hal unik tapi hari ini gue bakal share tentang trip yang gue baru gue lakuin nih guys. Tapi di update-an kali ini mau share informasi  tentang cost dan bagaimana  trip gue kali ini. Karena ketika gue nge-trip kemarin sebagian beberapa teman tanya tentang cost dan bagaimana caranya gue bisa sampai disana.

Nah kali ini trip gue itu ke Labuan Cermin. Dari namanya aja sudah bisa dibayangkan bagaimana tempat liburan kali ini. Otomatis yang dipikiran kita pasti tempat dengan air yang sangat jernih seperti cermin. Iyaaapss! Bener banget guys.  Labuan Cermin ini berada di Berau, Kalimantan Timur. Labuan Cermin ini menyuguhkan pemandangan seperti secantik namanya. Sebenarnya tempat ini adalah sebuah danau dengan air tawar berada diatas dan dibagian bawah airnya itu adalah air asin. Jadi sungguh Maha Besar Tuhan yang menciptakan alam yang begitu banyak keunikan didalamnya.

Untuk sampai ke Labuan Cermin ini. Saya harus terbang dulu ke kota Berau. Terbang bukan dengan sayap kupu-kupu tapi dengan pesawat terbang pastinya. Hehehe. Harga tiket ke kota Berau yang saya dapatkan kemarin sekitar Rp. 550.000, waktu itu karena bukan musim liburan jadi tarif standar terbang ke kota Berau memang segitu. Tapi ada kok yang lebih murah lagi. Trip gue ini gak pernah menggunakan jasa agent travel tertentu jadi semua itu adalah pure backpacker-an aja. Terus karena gue pergi dengan sepupu dan beberapa teman dari sepupu gue jadi saat itu gue cuss ke berau itu seorang diri. Dan sebenarnya sedikit saran aja, Jika kalian memang memilih untuk pergi dengan cara backpacker alias jalan-jalannya secara pribadi aja. Pastikan kalian beramai-ramai setidaknya minimal 4 orang lebih lah. Karena jika kalian pergi hanya 1 atau 3 orang saja, biasanya biaya yang nanti dikeluarkan cukup mahal dari sewa kapal boat dan penginapan. Yah kecuali jika kalian adalah sepasang kekasih. Eaaaa!

Kemudian setelah sampai di Berau tepatnya di Tanjung Redeb, untuk sampai di Labuan Cermin kita butuh sekitar 7 jam untuk menempuh perjalanan darat untuk sampai di kampung Biduk-biduk guys. Nah kampung ini lah pertanda bahwa kita sudah dekat dengan lokasi utama. Perjalanan darat kami menggunakan mobil yang disewa seharga Rp. 200.000/hari tapi sebenarnya ini adalah harga teman. Karena mobil yang kami sewa nanti cukup lama maka itu dapat diskon lah. Diperjalan dari Tanjung Redeb ke Kampung Biduk-biduk ini bukan lancar mulus tanpa hambatan tapi banyak banget cobaannya. 

Sedikit cerita, jadi waktu pagi hari jam 08.00 WITA memulai perjalanan sebenarnya mobil awal yang kami pakai itu adalah mobil pribadi yang tidak kami sewa namun beberapa kilo dari kota Berau, mobil yang kami tumpangi mengalami kehabisan kampas kopling. Alhasil kami semua turun untuk menunggu dan meminta untuk seseorang membawakan mobil sewaan sebagai gantinya, mungkin karena medan jalan yang banyak lubang di badan jalannya dan jalanannya banyak yang curam jadi mobilnya lelah sepertinya. Padahal 2hari sebelumnya mobil  full service tapi memang kalau mau kena cobaan. Yaaah just happened. Setelah mobil datang kami lanjutkan perjalanan. Setelah singgah untuk istirahat beberapa kali tetiba ban mobil tersebut kempes, setelah di isi angin, bebeberapa meter  bannya langsung bocor sejadi-jadinya, tapi alhamdullilah ada ban cadangan jadi saat itu bisa diganti untuk sementara. Dan pada akhirnya kami sampai di kampung Biduk-biduk pada pukul 20.20 WITA. Yang pada awalnya kami prediksi akan sampai sekitar jam 3 sore tapi banyaknya hambatan diperjalanan, fix kita 12jam diperjalanan .

Sebelumnya kami memang sudah membooking hotel di kampung Biduk-biduk jadi setelah tiba kami memang sudah disiapkan kamar oleh hotel tersebut. Nah tapi jangan kuatir guys. Hotel di kampung Biduk-biduk banyak banget disepanjang jalan kampung tersebut. Terus berbagai macam hotelnya juga sudah modern dan menyuguhkan pemandangan langsung kepantai jadi top deh. Tinggal pilih saja. Untuk sewa kamar di hotel yang kami tempati sekitar Rp. 350.000/malam. Tapi kamar sudah tersedia AC, TV, kipas angin dan free breakfast. Dan dibawah harga dari itu juga ada kok sob but listrik disana hanya aktif dari jam 6 sore sampai jam 6 pagi saja, jadi siapkan untuk charge semua gadget pada saat malam hari deh. Setelah sampai dihotel kami pun istirahat. Karena besok kami akan berangkat ke Labuan Cermin dan sebenarnya jika kalian sudah sampai di Kampung biduk-biduk itu adalah gerbang dari Labuan Cerminnya jadi sudah dekat banget. 
Sunset saat di Kampung Biduk-biduk




Ini adalah pemandangan sepanjang kampung biduk-biduk, akan disambut banyaknya nyiur melambai yang sudah berumur ratusan tahun.
to be continued in Part 2!