Penginapan
yang kami tempati adalah bangunan baru dan masih ada beberapa renovasi dibagian
halamannya tapi tidak mengurangi keindahan tempat itu sendiri. Harga yang
ditawarkan dari penginapan yang kami tempati sekitar Rp.300.000/malam. Sudah
tersedia kipas angin, double bad dan free breakfast. Terus kamar mandi nya
adalah kamar mandi luar. Tapi cukup bersih dan nyaman kok. Gue lupa nama
penginapannya karena penginapan disana rata-rata tidak memasang nama-nama
penginapan mereka jadi gue gak terlalu fokus dengan itu jadinya (Maaf deh).
Jika kalian mau makan siang atau mau makan malam. Biasanya mereka akan buatkan.
Menunya yang standar yaitu ikan – ikan segar yang dibakar. Ikan segar itu di
bandrol dengan harga Rp.40.000/ekor. Tapi enak dijamin.
Petualangan
kami di Pulau Kaniungan gak kalah serunya. Keindahan biru laut dan pasir
putihnya sungguh menakjubkan. It is such
a private island. Pulau ini yang bisa di explore masih terbilang kecil karena area – area yang sudah tidak
ada penduduknya tidak bisa kami jangkau untuk di jelajahi. Tapi di area yang
masih bisa wisatawan jangkauan itulah tersembunyi surga – surga kecil dibawah
laut. Banyak spot-spot cantik untuk lakukan kegiatan snorkeling . Tapi saran sih guys, kalo kalian memang mau snorkeling
sebaiknya kalian sudah bawa alat-alat tersebut. Disana ada jasa penyewaannya
tapi kondisi dari alat snorkeling-nya
sendiri sudah bisa dikatakan tidak layak. Jadi nanti jatuhnya tidak nyaman
untuk digunakan. Nah kalo kalian butuh pelampung, kalian bisa menyewa pelampung
dengan supir kapal kelotok yang dinaiki waktu ke Pulau Kaniungan Besar.
Petualangan
seru di Pulau Kaniungan sangat menakjubkan. Nikmati sunset yang langsung kami
bisa nikmati view dari penginapan kami tapi untuk sunrise, agak sedikit
memerlukan usaha karena kita harus kearah timur bibir pantai, melewati beberapa
hutan pohon kelapa kecil dan beberapa rumah penduduk untuk bisa menemukan
sunrise yang terbit saat pagi hari.
Saat
kami snorkeling di pulau Kaniungan Besar, kami membeli makanan ikan yang kami
beli di salah satu resort disana , jarak dari resort yang kami tempati dengan
resort yang menjual makanan ikan masih cukup dekat sih sekitar 100 meter dengan
jalan kaki. Resort yang kami tempati beli makanan ikan ini sepertinya resort
pertama yang ada disini karena fasilitas yang mereka sediakan cukup lengkap
guys dan mereka juga menyewakan kapal kano kecil gitu. Haha lucu deh. Makanan
ikan tersebut sebenarnya adalah roti kadaluwarsa. Kalian bisa beli dengan harga
Rp.5000.
Spot
snorkeling disana tidak banyak, Cuma satu spot aja sudah bagus banget guys.
Jika kalian ingin mencari spot snorkeling yang cukup bagus, itu sebenarnya
dekat dengan resort yang menjual makanan ikan ini atau kalian bisa bertanya
dengan orang resort disana, dimana spot snorkeling
yang keren.
Saat
memulai snorkeling disana. Kami mulai
snorkeling dari jam 6 pagi dikarenakan kami menghindari air surut dipagi hari
sekitaran jam 9 pagi ke atas. Karena jika snorkeling diatas jam 8 pagi saja,
air laut sudah mulai rendah dan dipastikan sulit untuk berenang.
Gue
benar-benar menikmati ber-snorkeling ria disana, ditambah hari yang sangat cerah
dan keindahan terumbu karang dan ikan-ikan berwarna-warni yang cantik yang selalu
mengitari kami ketika makanan kami tebar. Saat asik snorkeling, gue sempat ketemu dengan rombongan mahasiswa disana
yang sedang liburan juga. Karena jarak kami yang lumayan dekat saat snorkeling, kami bergabung dengan
mereka. Kemudian kami pun sharing sedikit dimana saja spot keren disini.
Setelah berbagi informasi beberapa dari mereka bilang bahwa kami terlihat
sangat manja karena menggunakan alat snorkeling
yang lengkap. Whahah gue ngakak dong. Yang gue lihat saat itu mereka hanya
menggunakan alat snorkeling untuk bantuan pernapasan saja tanpa menggunakan kaki
katak ataupun pelampung. Yah.. gue bilang ke mereka jika kami menambah dengan
bantuan kaki katak yah otomatis membantu agar renang jadi lebih mudah dan
lincah, karena ketika gue coba tanpa kaki katak, yang dirasakan kaki gue
berkali-kali keram (efek jarang berenang juga sih) dan pelampung yang kami gunakan
adalah ketika kami capek ditengah-tengah laut yah fungsinya kami bisa berhenti
sejenak hanya tinggal berbalik badan terus istirahat deh ga perlu kaki bergerak untuk berenang. Jadi itusih yang bisa gue rasa untungnya gunain alat-alat tsb.
Karena gue termasuk gak jago kayak nahan napas lama ala-ala free diving gitu. Saat itu sih mereka memang
termasuk jago-jago free diving nya
guys, tapi cukup disayangkan, mereka dengan mudahnya menginjak-injak terumbu
karang disana sebagai pijakan kaki saat mereka istirahat. Please, Jangan
Dicontoh!!
Sudah
tanggung jawab kita semua, jika kita berwisata ke tempat wisata alam apapun itu
jenisnya. Seharusnya kita punya kewajiban juga untuk menjaganya. Bukan hanya
masalah sampah tapi tindakan kita juga saat menikmati tempat wisata yang kita
kunjungi untuk menjaga kelestarian ditempat wisata sekitar. Kita juga harus
jaga kelestarian makhluk hidup sekitar, jangan semena-mena untuk merusak apapun
itu apalagi nih guys seperti contohnya menyentuh karang yang jika kalian
tahu terumbu karang sesuatu tumbuhan yang sensitif untuk disentuh (karang itu baperan). Jadi tolong
aja yakan tanamkan “Tanggung jawabnya untuk kelestarian lingkungan sekitar”.
Saat
air laut mulai terlihat surut, kami pun memutuskan untuk naik karena sulitnya
berenang di sekitar air yang sudah mulai surut. Beberapa kali kami
harus mencari dimana dataran pasirnya karena jarak tubuh kami dengan terumbu
karang hanya kurang lebih 30cm saja. Dan itu sulit banget untuk bergerak saat
berenang jadi kami harus naik. Itupun beberapa kali gue harus terkena sengatan
hewan laut disana karena jarak yang begitu dekat dengan karang. Karena
dibatuan karang itu banyak tersembunyi hewan-hewan laut yang tidak terlihat kadang
beberapa hewan yang berkamuflase disekitarnya. Jadi keep in mind harus tetap berhati-hati.
![]() |
| feeding food to fishes in the water |

No comments:
Post a Comment