6/17/2017

Trip to Kaniungan Island ( Part 2 )

Kami tinggal di Pulau Kaniungan Besar cukup lama. Mungkin pulau ini masih asing terdengar. Tapi pulau ini sudah cukup terkenal jika kalian berwisata ke Labuan Cermin, pasti pulau Kaniungan Besar juga jadi destinasi selanjutnya yang akan jadi pilihan. Pulau ini penduduknya hanya beberapa, terlihat hanya sedikit, itupun para nelayan saja yang tinggal disana. Penginapan pun hanya ada 3 penginapan. Jadi pulau ini masih sepi dan cocok banget yang butuh ketenangan apalagi yang lagi move on. Ciyeeee move on!

Penginapan yang kami tempati adalah bangunan baru dan masih ada beberapa renovasi dibagian halamannya tapi tidak mengurangi keindahan tempat itu sendiri. Harga yang ditawarkan dari penginapan yang kami tempati sekitar Rp.300.000/malam. Sudah tersedia kipas angin, double bad dan free breakfast. Terus kamar mandi nya adalah kamar mandi luar. Tapi cukup bersih dan nyaman kok. Gue lupa nama penginapannya karena penginapan disana rata-rata tidak memasang nama-nama penginapan mereka jadi gue gak terlalu fokus dengan itu jadinya (Maaf deh). Jika kalian mau makan siang atau mau makan malam. Biasanya mereka akan buatkan. Menunya yang standar yaitu ikan – ikan segar yang dibakar. Ikan segar itu di bandrol dengan harga Rp.40.000/ekor. Tapi enak dijamin.

Petualangan kami di Pulau Kaniungan gak kalah serunya. Keindahan biru laut dan pasir putihnya sungguh menakjubkan. It is such a private island. Pulau ini yang bisa di explore masih terbilang kecil karena area – area yang sudah tidak ada penduduknya tidak bisa kami jangkau untuk di jelajahi. Tapi di area yang masih bisa wisatawan jangkauan itulah tersembunyi surga – surga kecil dibawah laut. Banyak spot-spot cantik untuk lakukan kegiatan snorkeling . Tapi saran sih guys, kalo kalian memang mau snorkeling sebaiknya kalian sudah bawa alat-alat tersebut. Disana ada jasa penyewaannya tapi kondisi dari alat snorkeling-nya sendiri sudah bisa dikatakan tidak layak. Jadi nanti jatuhnya tidak nyaman untuk digunakan. Nah kalo kalian butuh pelampung, kalian bisa menyewa pelampung dengan supir kapal kelotok yang dinaiki waktu ke Pulau Kaniungan Besar.

Petualangan seru di Pulau Kaniungan sangat menakjubkan. Nikmati sunset yang langsung kami bisa nikmati view dari penginapan kami tapi untuk sunrise, agak sedikit memerlukan usaha karena kita harus kearah timur bibir pantai, melewati beberapa hutan pohon kelapa kecil dan beberapa rumah penduduk untuk bisa menemukan sunrise yang terbit saat pagi hari.

Saat kami snorkeling di pulau Kaniungan Besar, kami membeli makanan ikan yang kami beli di salah satu resort disana , jarak dari resort yang kami tempati dengan resort yang menjual makanan ikan masih cukup dekat sih sekitar 100 meter dengan jalan kaki. Resort yang kami tempati beli makanan ikan ini sepertinya resort pertama yang ada disini karena fasilitas yang mereka sediakan cukup lengkap guys dan mereka juga menyewakan kapal kano kecil gitu. Haha lucu deh. Makanan ikan tersebut sebenarnya adalah roti kadaluwarsa. Kalian bisa beli dengan harga Rp.5000.
Spot snorkeling disana tidak banyak, Cuma satu spot aja sudah bagus banget guys. Jika kalian ingin mencari spot snorkeling yang cukup bagus, itu sebenarnya dekat dengan resort yang menjual makanan ikan ini atau kalian bisa bertanya dengan orang resort disana, dimana spot snorkeling yang keren.

Saat memulai snorkeling disana. Kami mulai snorkeling dari jam 6 pagi dikarenakan kami menghindari air surut dipagi hari sekitaran jam 9 pagi ke atas. Karena jika snorkeling diatas jam 8 pagi saja, air laut sudah mulai rendah dan dipastikan sulit untuk berenang.

Gue benar-benar menikmati ber-snorkeling ria disana, ditambah hari yang sangat cerah dan keindahan terumbu karang dan ikan-ikan berwarna-warni yang cantik yang selalu mengitari kami ketika makanan kami tebar. Saat asik snorkeling, gue sempat ketemu dengan rombongan mahasiswa disana yang sedang liburan juga. Karena jarak kami yang lumayan dekat saat snorkeling, kami bergabung dengan mereka. Kemudian kami pun sharing sedikit dimana saja spot keren disini. Setelah berbagi informasi beberapa dari mereka bilang bahwa kami terlihat sangat manja karena menggunakan alat snorkeling yang lengkap. Whahah gue ngakak dong. Yang gue lihat saat itu mereka hanya menggunakan alat snorkeling untuk bantuan pernapasan saja tanpa menggunakan kaki katak ataupun pelampung. Yah.. gue bilang ke mereka jika kami menambah dengan bantuan kaki katak yah otomatis membantu agar renang jadi lebih mudah dan lincah, karena ketika gue coba tanpa kaki katak, yang dirasakan kaki gue berkali-kali keram (efek jarang berenang juga sih) dan pelampung yang kami gunakan adalah ketika kami capek ditengah-tengah laut yah fungsinya kami bisa berhenti sejenak hanya tinggal berbalik badan terus istirahat deh ga perlu kaki bergerak untuk berenang. Jadi itusih yang bisa gue rasa untungnya gunain alat-alat tsb. Karena gue termasuk gak jago kayak nahan napas lama ala-ala free diving gitu. Saat itu sih mereka memang termasuk jago-jago free diving nya guys, tapi cukup disayangkan, mereka dengan mudahnya menginjak-injak terumbu karang disana sebagai pijakan kaki saat mereka istirahat. Please, Jangan Dicontoh!!

Sudah tanggung jawab kita semua, jika kita berwisata ke tempat wisata alam apapun itu jenisnya. Seharusnya kita punya kewajiban juga untuk menjaganya. Bukan hanya masalah sampah tapi tindakan kita juga saat menikmati tempat wisata yang kita kunjungi untuk menjaga kelestarian ditempat wisata sekitar. Kita juga harus jaga kelestarian makhluk hidup sekitar, jangan semena-mena untuk merusak apapun itu apalagi nih guys seperti contohnya menyentuh karang yang jika kalian tahu terumbu karang sesuatu tumbuhan yang sensitif untuk disentuh (karang itu baperan). Jadi tolong aja yakan tanamkan “Tanggung jawabnya untuk kelestarian lingkungan sekitar”.

Saat air laut mulai terlihat surut, kami pun memutuskan untuk naik karena sulitnya berenang di sekitar air yang sudah mulai surut. Beberapa kali kami harus mencari dimana dataran pasirnya karena jarak tubuh kami dengan terumbu karang hanya kurang lebih 30cm saja. Dan itu sulit banget untuk bergerak saat berenang jadi kami harus naik. Itupun beberapa kali gue harus terkena sengatan hewan laut disana karena jarak yang begitu dekat dengan karang. Karena dibatuan karang itu banyak tersembunyi hewan-hewan laut yang tidak terlihat kadang beberapa hewan yang berkamuflase disekitarnya. Jadi keep in mind harus tetap berhati-hati.

Tapi jangan sedih, bukan snorkeling aja yang kita nikmati tapi jika kalian mau main-main cantik juga bisa. Yaitu main dengan kapal kano tarifnya sekitar Rp.25.000. Saat main kapal kano, berkali-kali kami menemukan pasukan penyu besar pada keluyuran. Itu sesuatu pemandangan yang keren banget.
feeding food to fishes in the water
I don’t know, The ocean always be my true love . It is something never be lie.

6/06/2017

Trip to Kaniungan Island ( Part 1 )

Setelah blog gue sebelumnya adalah trip ke Labuan Cermin, So now I want to share my trip to Kaniungan Island. YEAH!. Sebenarnya tidak ada yang beda di blog gue yang  trip ke Labuan Cermin tetang bagaimana dan cost untuk trip tersebut. Tapi yang membedakan adalah jika Labuan Cermin adalah sebuah danau jadi hanya membutuhkan sehari saja untuk main-main di spot indah tersebut tapi untuk Pulau Kaniungan mungkin sehari bermain di pulau tersebut kurang greget rasanya.

Untuk awal perjalanan untuk sampai ke Pulau Kaniungan itu sebenarnya mudah juga sob, karena pada dasarnya pulau Kaniungan itu masih berada di area kampung Biduk-biduk tapi berbeda jalur dari Labuan Cermin ke Pulau Kaniungan. Nah untuk sampai ke Pulau Kaniungan, kami harus ke Teluk Sulaiman terlebih dahulu. 
Guys, tahukah kalian Teluk Sulaiman ? Jadi Teluk Sulaiman itu adalah sebenarnya berada di ujung dari pulau Kalimantan Timur. Pernah tahu gak, jika kalian liat peta Kalimantan terus pulau Kalimantan sendiri itu berbentuk seperti anjing dengan terlihat ada hidung dari anjing yang tergambar di bagian Pulau Kalimantan Timur. Nah di hidung moncong itulah tepatnya dari Teluk Sulaiman itu sendiri. Kebayang kan!

Lanjut ketika kami sampai ke Teluk Sulaiman menempuh perjalanan sekitar 30 menit kami pun sampai didermaga di Teluk Sulaiman. Kemudian kami kembali harus memarkirkan mobil yang kami gunakan di area sekitar tersebut. Disana sudah banyak juru parkir yang siap menjaga kendaraan yang kalian titipkan kok. Selanjutnya kami kembali harus menyewa kapal kelotok nih, untuk sampai ke Pulau tersebut dengan tarif sekitar Rp. 500.000/pergi. Waktu menyebrang dari teluk Sulaiman ke pulau Kaniungan Besar biasanya sekitar 15 menitan tapi kami harus merasakan penyebrangan tersebut sampai 30 menit di tengah laut. (Panik, panik deh situ!) Jadi memang pada saat kami berangkat cuaca disana memang sudah gelap alias mendung, jadi saat diperjalanan saat kami sudah ditengah laut, hujan deras pun turun. Sontak pemandangan laut lepas pun tidak terlihat sama sekali, yang ada hanya kabut gelap dari hujan deras pada saat itu. Otomatis kami pun panik tapi coba pasrah aja. Namun setelah kami tiba di pulau tersebut, barulah kami dijelaskan dengan supir kapal jika ia mencoba menghindari kabut diperjalanan karena jika tetap menggunakan jalur normal yang biasa ditempuh ditakutkan supir akan kehilangan arah dan malah tersesat. Jadi dia mencoba menghindari kabut walaupun ditempuh jadi jauh tapi setidaknya menghindari bahaya. Oh gitu toh bang, makasih deh bang! Hehe.

Setelah beberapa jarak, akhirnya pulau Kaniungan Besar pun terlihat. Setelah kapal kelotok bersandar dan mengikatkan tali kapal ke salah satu pohon kelapa di area sekitar. Kami pun satu -persatu menurunkan barang – barang yang kami bawa. Catatan kecil aja guys, kalo kalian punya rencana liburan ke suatu pulau, sebaiknya bawa barang yang secukupnya saja. Karena dari pengalaman yang gue dapat seperti saat gue ke pulau Kaniungan ini yaitu jika membawa barang banyak yang perjalanannya itu harus menggunakan kapal – kapal kecil seperti kelotok bakal ribet deh dengan membawa barang yang banyak. Karena pada akhirnya barang yang gue gunakan selama di pulau hanya baju tidur 2 pasang. Baju kering 2 pasang dan baju basah alias baju yang digunakan untuk berenang hanya 1 pasang. Itupun baju kering lo, gak tersentuh juga karena hampir yang selalu kalian gunakan nanti adalah hanya baju basah. Kalo gue sih baju basahnya dipake berulang-ulang. Gausah nunggu kering, langsung pakai lagi aja karena ntar jatuhnya main basah-basahan lagi. wkwk 

Baik setelah semua barang turun, kami menanyakan dimana hotel yang sudah kami booking  untuk di Pulau Kaniungan tersebut. Tapi lagi-lagi supir kapal tersebut mengarahkan kami ke penginapan yang ia tahu saja. Penginapan itu adalah sebuah penginapan baru. Lumayan bagus sih. Tapi setelah melewati debat panjang, akhirnya kami mau untuk menginap di penginapan tersebut setelah melakukan pembatalan di penginapan sebelumnya kami pesan. Jadi jika kalian ingin pergi ke Pulau Kaniungan ini sebaiknya bicarakan dulu ke supir kapal jika hotel mana yang ingin kalian tuju jadi supir kapal langsung mengantar kalian ke tujuan kalian langsung. Tapi guys, menurutku penginapan yang salah alamat ini cukup bagus juga. Mungkin juga pada saat itu penghuninya hanya rombongan kami saja makanya penginapannya jadi seperti rumah sendiri. Terlihat cukup nyaman dan dengan pemandangan laut lepas didepan terasnya dan disebelah kiri ada pemandangan hutan dan gunung. Pokoknya it was sooooo beautiful.
Dermaga di Teluk Sulaiman
Home Stay yang kami tempati di Pulau Kaniungan

6/01/2017

PANCASILA

Hari ini tanggal 1 Juni adalah hari dimana Indonesia memperingati hari Pancasila. Sebenarnya Pancasila sudah dari awal masuk sekolah, kita sudah diajarkan apasih Pancasila itu dan makna yang terkandung dalam Pancasila yang dikatakan sebagai dasar ideology negara bangsa ini. Mungkin gue bukan yang sangat paham akan setiap bulir-bulir makna Pancasila, tapi setidaknya dari setiap kata di tiap point-nya kita bisa pahami walau sedikit, apasih arti dari maknanya tersebut.

Akhir-akhir ini gue sedikit rajin mengikuti berita di sosial media tentang keadaan negeri ini saat ini. Gue juga gak mau bercerita banyak, karena gue sadar atas keterbatasan ilmu gue tentang masalah yang sedang terjadi. Tapi dari sedikit ilmu ini, gue ingin memandang dari sisi opini gue sebagai masyarakat awam untuk berpendapat. Bagaimana kita sudah mulai lupa tentang bagaimana cara kita bertoleransi. Toleransi yang saling menghargai perbedaan dalam substansi yang normal bukan toleransi atas nama benar dan salah adalah sama kedudukannya. 

Dahulu kita terbiasa dengan adanya perbedaan ras, suku, bangsa dan agama. Malah dunia selalu takjub dengan satu cara hidup masyarakat kita yang selalu menghargai apapun perbedaan masyarakatnya. Kebebasan itulah yang membuat Indonesia kaya bukan hanya kaya keindahan alamnya tapi kaya akan moral bangsanya. Dari zaman era Soekarno, kita sudah mengenal adanya 5 agama yang di akui oleh negara. Ada islam, kristen, protestan, hindu dan buddha. Kita diberi kebebasan untuk memilih. Kebebasan itulah dengan catatan tidak mengusik atau menodai suatu agama tertentu yang mereka yakini hingga melukai perasaan siapapun. Jika ada yang menyimpang, pemerintah silakan bertindak tegas sebagaimana mestinya.

Kita bebas memilih apa yang kita yakini dan kita bebas berpendapat. Tapi ada batasan - batasan dimana suatu bentuk pendapat atau bahkan kepercayaan seseorang jangan diusik dengan suatu pendapat hanya dari diri sendiri saja. Sebebas-bebasnya berbicara, dibatasi oleh aturan dan norma-norma yang ada. Tidak ada yang bebas mutlak. Bahkan ketika seseorang berbeda pendapat, kita juga tidak bisa memaksakan pendapat kita diterima. Karena pada hakikatnya tiap kepala mempunyai pemikiran yang berbeda. Tapi hargai perbedaan itu dengan cara yang baik dan santun.

Coba kita kembali mengamalkan nilai-nilai pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Jangan mudah terpropaganda dan pada akhir terjadi pertikaian dan memecah-belah NKRI. Saling menghargai dan menempatkan kita pada posisi dimana kita seharusnya berpendapat. Indonesia punya semboyan “Bhineka Tunggal Ika”. jadi kukuhkan persatuan Indonesia kembali dengan perbedaan yang ada. Semoga apa yang terjadi saat ini, membuat kita akan jauh lebih kuat lagi dalam persatuan untuk Indonesia.