5/21/2017

Trip to Labuan Cermin ( Part 1 )

Hari ini gue mau nge-blog setelah sekian lama tidak nge-share hal-hal unik tapi hari ini gue bakal share tentang trip yang gue baru gue lakuin nih guys. Tapi di update-an kali ini mau share informasi  tentang cost dan bagaimana  trip gue kali ini. Karena ketika gue nge-trip kemarin sebagian beberapa teman tanya tentang cost dan bagaimana caranya gue bisa sampai disana.

Nah kali ini trip gue itu ke Labuan Cermin. Dari namanya aja sudah bisa dibayangkan bagaimana tempat liburan kali ini. Otomatis yang dipikiran kita pasti tempat dengan air yang sangat jernih seperti cermin. Iyaaapss! Bener banget guys.  Labuan Cermin ini berada di Berau, Kalimantan Timur. Labuan Cermin ini menyuguhkan pemandangan seperti secantik namanya. Sebenarnya tempat ini adalah sebuah danau dengan air tawar berada diatas dan dibagian bawah airnya itu adalah air asin. Jadi sungguh Maha Besar Tuhan yang menciptakan alam yang begitu banyak keunikan didalamnya.

Untuk sampai ke Labuan Cermin ini. Saya harus terbang dulu ke kota Berau. Terbang bukan dengan sayap kupu-kupu tapi dengan pesawat terbang pastinya. Hehehe. Harga tiket ke kota Berau yang saya dapatkan kemarin sekitar Rp. 550.000, waktu itu karena bukan musim liburan jadi tarif standar terbang ke kota Berau memang segitu. Tapi ada kok yang lebih murah lagi. Trip gue ini gak pernah menggunakan jasa agent travel tertentu jadi semua itu adalah pure backpacker-an aja. Terus karena gue pergi dengan sepupu dan beberapa teman dari sepupu gue jadi saat itu gue cuss ke berau itu seorang diri. Dan sebenarnya sedikit saran aja, Jika kalian memang memilih untuk pergi dengan cara backpacker alias jalan-jalannya secara pribadi aja. Pastikan kalian beramai-ramai setidaknya minimal 4 orang lebih lah. Karena jika kalian pergi hanya 1 atau 3 orang saja, biasanya biaya yang nanti dikeluarkan cukup mahal dari sewa kapal boat dan penginapan. Yah kecuali jika kalian adalah sepasang kekasih. Eaaaa!

Kemudian setelah sampai di Berau tepatnya di Tanjung Redeb, untuk sampai di Labuan Cermin kita butuh sekitar 7 jam untuk menempuh perjalanan darat untuk sampai di kampung Biduk-biduk guys. Nah kampung ini lah pertanda bahwa kita sudah dekat dengan lokasi utama. Perjalanan darat kami menggunakan mobil yang disewa seharga Rp. 200.000/hari tapi sebenarnya ini adalah harga teman. Karena mobil yang kami sewa nanti cukup lama maka itu dapat diskon lah. Diperjalan dari Tanjung Redeb ke Kampung Biduk-biduk ini bukan lancar mulus tanpa hambatan tapi banyak banget cobaannya. 

Sedikit cerita, jadi waktu pagi hari jam 08.00 WITA memulai perjalanan sebenarnya mobil awal yang kami pakai itu adalah mobil pribadi yang tidak kami sewa namun beberapa kilo dari kota Berau, mobil yang kami tumpangi mengalami kehabisan kampas kopling. Alhasil kami semua turun untuk menunggu dan meminta untuk seseorang membawakan mobil sewaan sebagai gantinya, mungkin karena medan jalan yang banyak lubang di badan jalannya dan jalanannya banyak yang curam jadi mobilnya lelah sepertinya. Padahal 2hari sebelumnya mobil  full service tapi memang kalau mau kena cobaan. Yaaah just happened. Setelah mobil datang kami lanjutkan perjalanan. Setelah singgah untuk istirahat beberapa kali tetiba ban mobil tersebut kempes, setelah di isi angin, bebeberapa meter  bannya langsung bocor sejadi-jadinya, tapi alhamdullilah ada ban cadangan jadi saat itu bisa diganti untuk sementara. Dan pada akhirnya kami sampai di kampung Biduk-biduk pada pukul 20.20 WITA. Yang pada awalnya kami prediksi akan sampai sekitar jam 3 sore tapi banyaknya hambatan diperjalanan, fix kita 12jam diperjalanan .

Sebelumnya kami memang sudah membooking hotel di kampung Biduk-biduk jadi setelah tiba kami memang sudah disiapkan kamar oleh hotel tersebut. Nah tapi jangan kuatir guys. Hotel di kampung Biduk-biduk banyak banget disepanjang jalan kampung tersebut. Terus berbagai macam hotelnya juga sudah modern dan menyuguhkan pemandangan langsung kepantai jadi top deh. Tinggal pilih saja. Untuk sewa kamar di hotel yang kami tempati sekitar Rp. 350.000/malam. Tapi kamar sudah tersedia AC, TV, kipas angin dan free breakfast. Dan dibawah harga dari itu juga ada kok sob but listrik disana hanya aktif dari jam 6 sore sampai jam 6 pagi saja, jadi siapkan untuk charge semua gadget pada saat malam hari deh. Setelah sampai dihotel kami pun istirahat. Karena besok kami akan berangkat ke Labuan Cermin dan sebenarnya jika kalian sudah sampai di Kampung biduk-biduk itu adalah gerbang dari Labuan Cerminnya jadi sudah dekat banget. 
Sunset saat di Kampung Biduk-biduk




Ini adalah pemandangan sepanjang kampung biduk-biduk, akan disambut banyaknya nyiur melambai yang sudah berumur ratusan tahun.
to be continued in Part 2!

No comments:

Post a Comment